Wanita Ponorogo Meninggal dengan Usus Terburai di Depan Rumah, Bunuh Diri atau Dibunuh?

Ilustrasi jenazah (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
09 April 2019 17:45 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Seorang perempuan berusia 38 tahun bernama Sulami ditemukan tak bernyawa di depan rumahnya di Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (8/9/2019) malam sekitar pukul 21.00 WI. Sulami meregang nyawa dengan usus terburai ke luar.

Saat ini polisi masih menyelidiki kasus kematian Sulami apakah karena bunuh diri atau menjadi korban pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Maryoko, mengatakan Sulami ditemukan meninggal dengan kondisi perut tersayat dan ususnya keluar, Senin (8/4/2019) malam. Darah pun bersimbah di tubuh perempuan itu.

Sulami sempat berteriak meminta tolong warga. Saat itu, warga menemukan Sulami sudah dalam kondisi perut tersayat dan bersimbah darah. Namun, kondisinya masih hidup.

"Kemudian setelah beberapa saat, Sulami meninggal dunia. Korban ini duduk bersimbah darah di depan rumahnya," kata dia saat dihubungi wartawan, Selasa (9/4/2019).

Maryoko menuturkan dari pemeriksaan memang ada luka di bagian perut korban. Tetapi, polisi belum bisa menyimpulkan luka tersebut karena upaya bunuh diri atau pembunuhan.

Ia menyampaikan saat ini polisi masih menunggu hasil autopsi dari RSUD dr. Harjono Ponorogo. "Masih belum bisa disimpulkan. Ini masih lidik. Nanti ahlinya akan menyampaikan. Ini menunggu hasil autopsi. Memang ada luka di bagian perut korban," ujar dia.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, jelas Maryoko, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau, handphone, helm, dan ceceran darah. Pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Sulami ini pernah sekali melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menyayat lehernya. Kejadian itu terjadi beberapa tahun lalu. Dalam kasus itu, Sulami berhasil diselamatkan.

Ketua RT rumah Sulami, Marsono, saat dihubungi Madiunpos.com mengatakan saat itu dirinya mendengar Sulami berteriak-teriak meminta tolong. Mendengar itu, ia kemudian mendatangi rumah korban dan melihat wanita itu sudah dalam kondisi mengenaskan dengan perut terburai.

Dia menuturkan Sulami saat ini tinggal bersama ibunya, Boyati, di rumah itu. Sulami memiliki suami siri bernama Supeno. Saat kejadian terjadi, Sulami di rumah sendirian.

"Saat itu saya mendatangi korban. Korban minta tolong dan memanggil nama ibunya," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya