Terminal Purboyo Madiun Dijatah Rp80 Juta dari Pusat, Ini Peruntukannya

Bus AKAP Madiun-Solo menunggu penumpang di Terminal Madiun, Kamis (7/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
09 April 2019 14:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Jatah dana pemeliharaan Terminal Purboyo di Kota Madiun, Jawa Timur, pada tahun 2019 senilai Rp80 juta. Angka tersebut sangat minim dibandingkan dengan jatah tahun sebelumnya.

"Tahun ini hanya dapat jatah Rp80 juta. Jumlah itu berkurang dari tahun 2018 yang mencapai Rp120 juta," ujar Kepala Terminal Purboyo Kota Madiun, Suyatno, kepada wartawan, Senin (8/4/2019).

Menurut dia, dana itu akan digunakan untuk memperbaiki talang yang bocor, kamar mandi, serta menambal beberapa landasan terminal yang tidak rata.

Untuk diketahui, landasan terminal untuk bus antarkota dalam provinsi (AKDP) masih banyak yang berlubang dan tidak rata, sehingga ditemukan genangan air saat hujan dan setelahnya.

Beberapa titik talang di Terminal Purboyo masih bocor. Jika hujan, timbul genangan di dalam terminal, hingga meluber sampai peron penumpang.

"Kami harus mengutamakan perbaikan sarana dan prasarana [sarpras] yang harus mendapatkan penanganan sesegera mungkin, sebab kami harus menggunakan azas skala prioritas untuk menyiasati anggaran yang minim," kata dia.

Suyatno menambahkan sebenarnya kondisi Terminal Purboyo sudah tidak layak, apalagi untuk menghadapi masa angkutan Lebaran 2019.

Meski demikian ia tidak dapat berbuat banyak karena sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, terminal bus tipe A atau terminal bus yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) pengelolaannya harus dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

"Meski demikian, kami tetap melakukan perawatan rutin dengan anggaran yang minim dari pusat [Kemenhub]," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara