Jalan di Lereng Gunung Wilis Tulungagung Longsor, 7 Keluarga Mengungsi

Ilustrasi tanah longsor. (flaticon.com)
08 April 2019 21:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Tujuh keluarga diungsikan ke tempat aman setelah akses jalan desa di Sidomulyo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ambles terseret longsor akibat hujan deras yang melanda daerah itu pada Minggu (7/4/2019) sore.

"Warga di sekitar lokasi kami imbau untuk mengungsi dulu jika turun hujan deras. Ini demi menghindari jatuhnya korban jiwa," kata Kepala Dusun Tumpakweru, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Agus Setiawan di Tulungagung, Senin (8/4/2019).

Dia menjelaskan kendati peristiwa pergerakan tanah ekstrem itu tidak menyebabkan korban jiwa, sedikitnya tujuh rumah rawan terdampak longsor susulan.

Satu rumah milik Paid, 50, ungkap dia, bahkan hanya berjarak empat meter, persis di samping titik longsor. Sementara tiga rumah warga lain ada di atas lokasi longsor atau di sisi seberang jalan yang ambles terseret longsor pada Minggu.

"Untuk tiga rumah lagi ada di sisi seberang dan jaraknya sekitar 25 meter. Agak jauh tapi harus tetap waspada," katanya.

Longsor di Dusun Tumpakweru yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, di kaki lereng Gunung Wilis itu disebut warga terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Hujan deras yang mengguyur sepanjang siang hingga sore menyebabkan lereng tanah di bawah pemukiman warga bergerak turun atau ambles hingga kedalaman 75 meter.

Warga yang rumahnya dekat longsoran segera lari ke jalanan dan melihat peristiwa alam yang terjadi. "Namanya orang desa, ada kejadian seperti itu malah berkerumun di sekitar sini (lokasi titik longsor) untuk melihat apa yang sedang terjadi. Padahal saat itu warga kami imbau mencari tempat aman" kata Agus.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Tulungagung Soeroto menyatakan penanganan kasus longsor di Dusun Tumpakweru tidak cukup menggunakan dana taktis untuk penanganan sementara.

"Kalau kasus seperti ini solusinya harus permanen, jangka panjang. Dan itu yang bisa menangani dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat). Sayang jika solusi penanganannya menggunakan dana besar, namun manfaatnya hanya sementara. Mending langsung permanen saja," kata Soeroto.

Untuk itu, dia telah memberi arahan kepada Kepala Desa Sidomulyo untuk mengajukan permohonan pembangunan infrastruktur dan perbaikan jalan desa yang rusak akibat longsor tersebut.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara