Jembatan Jalur Ganda Nganjuk Digeser Selasa (9/4/2019), Sejumlah KA Ini Terlambat

Jembatan jalur ganda yang akan dipasang untuk menggantikan jembatan di Sungai Brantas tepatnya di KM 95870, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (6/4 - 2019). (Istimewa/PT KAI Daops VII Madiun)
07 April 2019 04:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Proses pengerjaan jalur ganda koridor Madiun-Jombang terus dikebut. Pada pekan depan tepatnya Selasa (9/4/2019) akan dilakukan penggantian jembatan di Sungai Brantas atau Bangunan Hikmat No. 259 yang ada di KM 95+870.

Manajer Humas PT KAI Daops VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan rencananya pekerjaan pergeseran jembatan di Sungai Brantas itu membutuhkan waktu kerja 130 menit.

Otomatis selama proses pelaksaan pekerjaan itu akan dilakukan penutupan jalur yang mengarah ke Kertosono-Sembung, Kertosono-Baron, dan Kertosono-Purwoasri.

Penutupan jalur tersebut mulai diberlakukan untuk KA Malioboro Express relasi Yogyakarta-Malang telah masuk Stasiun Purwoasri pada pukul 00.40 WIB sampai 02.50 WIB. Selanjutnya ada sejumlah perjalanan KA yang mengalami keterlambatan karena pekerjaan ini.

"Kegiatannya akan dilaksanakan pada Selasa dini hari. Untuk titiknya yaitu di jembatan Sungai Brantas di KM 95+870 petak jalan antara Kertosono-Sembung masuk di wilayah Kabupaten Nganjuk. Karena ini membutuhkan waktu kerja sekitar 130 menit. Jadi ada KA yang akan mengalami keterlambatan," jelas Ixfan kepada wartawan, Sabtu (6/4/2019).

Dia menjelaskan pekerjaan pergeseran jembatan tersebut akan dilakukan oleh Tim Satker Jatim. Menurutnya, pekerjaan pergeseran jembatan ini cukup berat karena dilihat dari konstruksi material untuk jembatan yang lama dengan panjang bentangan 105 meter dan beratnya mencapai 419,45 ton.

Jembatan lama itu diigantikan dengan jembatan baru yang lebih besar yaitu dengan panjang bentangan 192 meter dan berat bebannya mencapai 1.105 ton.

"Berat jembatan baru ini dua kali lebih berat dari jembatan lama. Pelaksanaannya ini dilakukan pada malam dini hari maka perlu penanganan yang ekstra ketat dan detail," terang Ixfan.

Pergeseran jembatan tersebut bertujuan untuk menggantikan jembatan eksisting satu jalur menjadi jembatan baru yang berkapasitas dua jalur. Pekerjaan pergeseran jembatan ini akan berdampak pada perjalanan KA karena proses pengerjaan memerlukan waktu selama dua jam lebih sepuluh menit.

"Jika tidak ada kendala dan perubahan maka pekerjaan tersebut dilakukan sesuai rencana. Kegiatan pergeseran jembatan ini dilakukan malam hari tujuannya untuk meminimalisir gangguan keterlambatan KA-KA yang lebih banyak. Karena pada jam-jam itu frekuensi KA tidak terlalu padat," jelas dia.

Untuk KA-KA yang akan mengalami keterlambatan karena pekerjaan pergantian jembatan di Sungai Brantas ini antara lain KA Singasari relasi Pasar Senen-Blitar diperkirakan berangkat dari Stasiun Kertosono akan mengalami keterlambatan 96 menit, KA Bangunkarta relasi Gambir-Surabaya Gubeng diperkirakan berangkat dari Stasiun Kertosono terlambat sekitar 73 menit.

Kemudian, KA Malabar relasi Bandung-Malang diperkirakan berangkat dari Kertosono terlambat 10 menit, dan KA barang BBM relasi Madiun-Beteng diperkirakan berangkat dari Kertosono terlambat 82 menit.

Bagi pelanggan yang tidak berkenan berangkat untuk perjalanan KA tersebut, kata Ixfan, maka PT KAI akan mengembalikan bea 100%. Selain itu, akan memberikan service recovery jika kelambatan mencapai lebih dari 3 jam.

"Kami sampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan KA ini. Kami berharap pelanggan bisa memahami dengan kondisi yang ada dan proses pekerjaan pergeseran jembatan dapat berjalan selamat, aman, dan lancar," kata dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya