Sempat Banjir, Stok Beras Jatim Jelang Ramadan Surplus 2,6 Juta Ton

ilustrasi beras. (Solopos/Dok)
05 April 2019 20:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Produksi padi di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Sub Round I (Januari-April) tahun 2019 ini diprediksi mencapai 6,1 juta ton lebih gabah kering giling (GKG) dengan potensi ketersediaan beras 4 juta ton.

"Sedangkan konsumsi pangan masyarakat Jatim selama 4 bulan tersebut hanya sekitar 1,4 juta ton lebih, sehingga pada sub round I kita surplus beras 2,6 juta ton," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo, kepada Bisnis/JIBI, Jumat (5/4/2019).

Oleh sebab itu, pihaknya optimistis menjelang Ramadan 2019 persediaan beras masih akan mencukupi kebutuhan.

Secara rinci, produksi beras pada sub round I yakni Januari 238.964 ton, Februari 779.698 ton, Maret 1,85 juta ton lebih dan April 1,15 juta ton beras.

"Nanti Mei masih ada lagi ketersediaan beras 275.894 ton beras jadi kondisi pangan di Jatim sangat aman untuk memenuhi kebutuhan Puasa dan Lebaran nanti," katanya.

Dia mengatakan produksi beras sub round I tersebut merupakan hasil panen padi yang telah ditanam pada musim penghujan Oktober 2018-Maret 2019.

Dengan rincian luas panen luas panen padi yakni Januari seluas 63.863 ha, Februari 208.298 ha, Maret seluas 488.064 ha, dan April seluas 300.677 ha.

Hadi menambahkan meski lahan sawah padi di beberapa titik di Jatim sempat terdampak banjir pada Maret lalu, tapi kerusakan tanaman tidak sampai 1%. Menurut dia, lahan-lahan petani juga sudah banyak yang mengikuti asuransi Jasindo.

Adapun perkembangan harga rata-rata di Jatim per Maret 2019 mengalami penurunan di beberapa lokasi. Untuk Gabah Kering Panen (GKP) Jatim Rp4.065/kg, sedangkan nasional Rp4.604/kg. Sementara harga GKG Jatim Rp4.955/kg dan nasional Rp5.654/kg.

Sedangkan harga beras medium Rp8.822/ dan harga beras premium Rp10.227/kg dengan HET=Rp12.800/kg.

Hadi menambahkan selain beras, pada sub round I tahun ini Jatim juga memproduksi jagung sebanyak 2,87 juta ton pipil kering (ppk), dan pada Mei ada persediaan 285.887 ton ppk.

"Kedelai juga ada produksi 21.728 ton, tapi kita masih defisit 127.576 ton ose [kedelai lepas dari kulit]. Sedangkan prakiraan produksi Mei tersedia 12.139 ton ose," imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Bisnis.com