Cari Kepala Mayat dalam Koper, Polisi Susur Sungai dan Kosek Sampah

Mayat dalam koper ditemukan di pinggir sungai wilayah Blitar. (Detikcom/Istimewa)
05 April 2019 17:45 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BLITAR -- Upaya pencarian kepala korban mutilasi dalam koper, Budi Hartanto, 28, warga Kediri, Jawa Timur, masih berlanjut. Aparat kepolisian fokus memeriksa lokasi tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah guru tari itu di Desa Karanggondang, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

"Kami lakukan penelusuran ulang dari TKP menuju aliran sungai. Ada dam, semacam pemberhentian. Tadi ada juga sampah kami cari di lokasi tidak ditemukan," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKBP Heri Sugiono di Blitar, Jumat (5/4/2019).

Dia menambahkan polisi terus mendalami kasus tersebut. Proses pencarian itu juga melibatkan kepala desa, camat, kapolsek. Bahkan, Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar juga turut mencari keberadaan kepala korban.

Pencarian tersebut, kata dia, sebenarnya juga dilakukan setiap hari pascapenemuan tubuh korban Budi Hartanto, Rabu (3/4/2019). Namun, hingga kini bagian kepala korban juga belum ditemukan.

"Pencarian ini bukan hanya hari ini saja, tapi setiap hari. Dimungkinkan kepala dibuang pelaku ke sungai atau tempat lain. Dan, sungai ini informasinya bermuara di Sungai Brantas, namun di sini ada dam, kalaupun dibuang di sungai dimungkinkan di situ [dam]," kata Heri Sugiono dilansir Antara.

Lebih lanjut, ia mengatakan hingga kini proses pemeriksaan saksi-saksi juga masih terus dilakukan. Secara total ada 14 saksi yang dimintai keterangan.

Dalam mengusut perkara ini, Polda Jatim juga turun tangan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan polisi tengah bergerak di TKP dan menemukan beberapa catatan, seperti sayatan-sayatan bekas luka yang ditinggalkan.

Tim Identifikasi masih bekerja untuk melihat apakah bekas yang ditinggalkan itu menyangkut dengan lamanya tempo meninggalnya korban dengan waktu sayatan itu terjadi.

Sementara itu, polisi menjadikan Mako Polresta Kediri sebagai home base proses penyelidikan kasus dugaan mutilasi mayat dalma koper Budi Hartanto.

"Jadi untuk sementara Mako Polres Kediri Kota menjadi home base penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah orang yang dianggap mengerti terkait meninggalnya korban," ucap Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi kepada detikcom, Jumat.

Disinggung mengenai TKP atau lokasi pembunuhan korban Budi Hartanto, Kapolresta mengaku sementara ini tim gabungan dari Polres Kediri Kota, Polres Kediri Kabupaten, dan Polres Blitar masih melakukan serangkaian penyelidikan.

"Masih dalam penyelidikan kalau itu, tunggulah, pasti akan segera terungkap," imbuhnya.

Senada dengan Kapolres Kediri Kota, Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Andy Purnomo membenarkan terkait TKP dan adanya pemeriksaan sejumlah saksi.

"Semuanya masih diselidiki, Mas. Semua hal kan harus berdasarkan pembuktian, sabar," kata Andy.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Antara, Detikcom