Kasus Mutilasi Mayat dalam Koper di Blitar, Polisi Mengerucut ke Motif Asmara

Korban mutilasi, Budi Hartanto, semasa hidup. (Detikcom/Instagram)
05 April 2019 16:45 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Aparat kepolisian menduga ada tiga motif pelaku dalam kasus pembunuhan mutilasi mayat dalam koper yang ditemukan di Blitar, Jawa Timur, beberapa hari lalu. Dugaan motif pembunuhan Budi Hartanto, 28, warga Kediri, itu semakin mengerucut setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan tiga dugaan motif itu adalah ekonomi, perampokan, dan asmara.

"Kalau kemarin Polda Jatim sudah merangkaikan ada beberapa alternatif yang kita lakukan penyelidikan terhadap kematian daripada Budi Hartanto antara lain ekonomi, perampokan, dan asmara," kata Barung di Mapolda Jatim Jl. Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (5/4/2019), seperti dilansir Detik.com.

Barung mengatakan dugaan motifnya semakin mengerucut ke asmara korban mayat dalam koper. Barung menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi sementara, pihaknya menghilangkan dugaan motif perampokan dan motif ekonomi.

"Sekarang kita kerucutkan kembali. Dari 14 saksi yang sudah kita periksa, kami berkeyakinan bahwa kami menghilangkan motif perampokan atau curas [pencurian dengan kekerasan]-nya dan kami menghilangkan motif ekonomi dari kasus ini. Kita masuk pada hal yang berkaitan dengan asmara," lanjut Barung.

Namun, Barung belum memutuskannya. Hanya, pihaknya menduga korban memiliki orientasi seks yang berbeda.

"Ada beberapa hal yang harus kita dalami dari penyidik berkaitan dengan orientasi seks yang berbeda dari yang lainnya," imbuhnya.

Saat ditegaskan apa korban ada kecenderungan memiliki hubungan seks sesama jenis, Barung belum bisa menyimpulkan, tapi mengarah ke sana. "Ke arah situ ya," pungkasnya.

Sebelumny, polisi telah meminta keterangan seorang saksi yang kali terakhir berkomunikasi dengan Budi Hartanto, 28, mayat dalam koper. Saksi adalah seorang pria berinisial IS. Hubungan korban dengan IS disebut sebatas teman.

Dalam pemeriksaan, IS mengaku berkenalan dengan korban melalui media sosial. Mereka kemudian secara intens berkomunikasi, baik melalui handphone maupun bertemu langsung.

"Polisi telah periksa saksi yang terakhir komunikasi dengan korban. Inisialnya IS. Sekarang sudah diamankan," kata Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar, Jumat.

Dalam pemeriksaan diketahui IS dan Budi Hartanto akan melangsungkan pertemuan pada Selasa (2/4/2019) malam atau sebelum sebagian jasad Budi ditemukan dalam koper di wilayah Blitar pada Rabu (3/4/2019) pagi.

Hal senada disampaikan Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela. Pemeriksaan IS dilakukan di Mapolres Kediri.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Detikcom