Jokowi Pamerkan 3 Kartu Saat Kampanye di Ngawi

Capres petahana Jokowi saat menyampaikan pidato politiknya di hadapan ribuan pendukungnya di GOR Bung Hatta Kabupaten Ngawi, Selasa (2/4 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
03 April 2019 10:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mengampanyekan tiga kartu sakti saat menggelar kampanye terbuka di GOR Bung Hatta Kabupaten Ngawi, Selasa (2/4/2019) malam.

Tiga kartu sakti tersebut yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako Murah. Ketiga kartu tersebut dianggap menjadi solusi bagi permasalahan bangsa Indonesia ke depan.

Capres petahana ini menyampaikan ke depan program pemerintah akan diarahkan ke program pembangunan manusia.

"Siapa yang senang dengan KIP kuliah? Dengan kartu ini nantinya bisa mencetak sarjana-sarjana yang banyak. Tidak hanya kuliah di dalam negeri tapi juga di luar negeri," kata Jokowi.

Yang kedua yaitu Kartu Pra Kerja. Kartu ini, kata Jokowi, akan diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK hingga lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja. Mereka akan diberikan pelatihan oleh Kementerian BUMN dan swasta sehingga nantinya bisa diterima bekerja di dunia kerja.

Selama menjalani pelatihan, jelas dia, warga akan mendapatkan intensif dari pemerintah.

"Kemudian kartu sembako murah. Dengan kartu ini, ibu-ibu bisa belanja kebutuhan pokok dengan diskon besar-besaran untuk membeli kebutuhan pokok seperti gula, beras, telur," jelas Jokowi.

Capres petahana menyampaikan tiga kartu tersebut merupakan program capres sehingga akan terealisasi tahun depan saat dirinya terpilih lagi.

Pilpres hanya tinggal menunggu waktu saja yaitu sekitar dua pekan lagi, Jokowi meminta kepada pendukungnya untuk datang ke TPS dengan mengenakan pakaian putih.

Dia pun mengingatkan kepada pendukungnya bahwa berbagai isu negatif akan terus bertebaran dalam duka pekan terakhir ini. Menurutnya, saat ini isu PKI sudah hilang karena telah dibantah dengan fakta. Namun, muncul lagi isu baru lagi seperti nanti akan ada pelarangan azan.

"Logikanya pripun. Nanti kalau Jokowi menang. Pendidikan agama akan dihapus. Perkawinan sejenis dan zina akan disahkan. Itu isu-isu yang akan muncul. Karena dari survei yang saya terima masih ada sembilan juta orang yang percaya terhadap isu tersebut. Ini berbahaya sekali," tegas Jokowi.

Ia meyakini siapa pun presidennya pasti tidak akan mensahkan perkawinan sejenis dan melarang azan hingga menghapus pelajaran agama.