Penanganan TB di Tulungagung Terkendala Stigma Negatif Ini

Ilustrasi jalan sehat pada puncak acara Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis di car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (26/3 - 2017). (Solopos/Nicolous Irawan)
30 Maret 2019 00:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Kasus tuberkulosis (TB) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ditengarai meningkat akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri dan melakukan pengobatan secara intensif.

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka, di Tulungagung, menjelaskan penderita penyakit TB tahun ini diprediksi mencapai 2.104 orang. Jumlah itu naik sedikit dibandingkan estimasi kasus tahun sebelumnya (2018), yang kala itu diasumsikan sebanyak 2.089 penderita.

"Dari jumlah itu yang bisa ditemukan tim baru 1.216 orang. Kami berharap tahun ini penjaringan lebih optimal," kata dia di Tulungagung, Kamis (28/3/2019).

Didik Eka menambahkan saat ini pihaknya masih terkendala stigma TB itu penyakit memalukan yang mengakibatkan banyak pasien berusaha menyembunyikan diri.

"Akibatnya angka yang ditemukan di bawah rata-rata kejadian," ujarnya. Didik menyampaikan penyakit TB sebenarnya bisa disembuhkan. Syaratnya, penderita harus rutin minum obat sesuai anjuran.

Namun ada saja penderita yang enggan minum obat atau berhenti minum obat ditengah jalan. Akibatnya ada resistensi (penguatan bakteri) lantaran tidak tuntasnya pengobatan.

"Kesembuhan TB masih 85 persen dan 90 persen yang ditargetkan," kata Didik Eka.

Selain itu, pihaknya juga sering menyosialisasikan pada masyarakat umum terkait penularan TB ini.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya