Harga Aneka Komoditas di Kediri Stabil Cuma Bawang Kian Mahal

Seorang pedagang bumbu dapur menunggu pembeli. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
28 Maret 2019 23:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI -- Harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri, Jawa  Timur, akhir-akhir ini relatif stabil dan hanya terdapat sejumlah kecil komoditas mengalami kenaikan harga.

"Kami sudah melakukan pemantauan harga di pasar dan mayoritas stabil, baik beras, minyak goreng, termasuk daging juga stabil," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Dian Ariani di Kediri, Kamis (28/3/2019).

Dia menguraikan harga beras jenis bengawan relatif standar yakni Rp11.000 per kilogram, beras mentik Rp12.000 per kilogram, dan beras IR 64 dijual Rp10.000 per kilogram. Sedangkan harga gula pasir Rp11.000 per kilogram, minyak goreng dalam botol 620 ml dijual Rp7.250, ukuran 2 liter Rp23.000, dan minyak goreng curah Rp10.250 per kilogram.

Untuk harga daging, berdasarkan pantauan lapangan tercatat daging sapi Rp109.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp28.000 per kilogram, dan daging ayam kampung Rp50.000 per kilogram. Begitu juga dengan telur ayam, harganya Rp21.500 per kilogram untuk telur ayam ras dan Rp55.000 per kilogram untuk telur ayam kampung.

Namun, ia menyebut ada komoditas harganya naik, yakni bawang merah dan bawang putih. Bawang merah naik Rp3.000 menjadi Rp33.500 per kilogram dan bawang putih naik Rp1.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Dian menyebut kenaikan harga salah satunya karena faktor pasokan yang minim. 

"Para petani banyak yang tanam padi ketimbang bawang. Ini menyebabkan harga di pasaran mulai naik. Selain itu, panas juga menjadi faktor," kata dia.

Walaupun saat ini harga bawang mengalami kenaikan, Dian menyebut di pasaran belum ditemui ada bawang merah impor masuk. Pasokan di pasaran sampai saat ini masih mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Pemilu, kata dia, juga tidak berpengaruh pada kenaikan harga bahan pokok. Biasanya, dari pengalaman kenaikan harga relatif terjadi ketika sudah memasuki masa Ramadan dan hari raya besar keagamaan lainnya.

"Pasokan masih mencukupi. Saya baru survei ke pasar dan teman-teman di pasar bilang tidak ada bawang merah impor," kata Dian.

Sementara itu, sejumlah pembeli mengaku harga bawang memang mahal. Namun, mereka tetap membeli, karena menjadi salah satu bahan penting untuk bumbu masakan.

"Biasanya saya beli satu perempat kilogram untuk memasak masakan. Mahal atau tidak tetap saya beli, karena butuh. Jika dikurangi, rasa masakan juga tidak enak," kata Nana, salah seorang pembeli asal Kediri.

Sumber : Antara