Gubernur Jatim Ingatkan Anggota Satpol PP Jangan Gaptek!

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan kepada masyarakat Madiun di Alun-alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (28/3 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
28 Maret 2019 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh anggota Satpol PP di Provinsi Jawa Timur tidak gagap teknologi atau gaptek. Anggota Satpol PP harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memantau kondisi masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT ke-100 Damkar, HUT ke-69 Satpol PP, dan HUT ke-57 Satlinmas di Alun-alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (28/3/2018).

Khofifah menyampaikan peran Satpol PP saat ini memiliki tugas berat dibandingkan hari-hari kemarin. Karena saat ini ada gerakan yang namanya post truth atau pasca kebenaran. Gerakan post truth ini menimbulkan gerakan lain berupa semburan kebohongan atau membanjirnya berita bohong.

"Post truth ini menjadi pintu masuk. Kalau ini tidak ditangani akan menjadi masalah dan bisa menjadi penyebab perpecahan bangsa," kata Khofifah.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh petugas Satpol PP di Jatim untuk meningkatkan kemampuan dan meng-update perkembangan dunia.

"Di era sekarang, satu peristiwa di ujung dunia mana pun bisa kita akses. Maka tidak boleh ada Satpol PP yang gaptek. Saya tugaskan Kepala Satpol PP Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas seluruh anggota Satpol PP," jelas dia.

Mantan Menteri Sosial itu juga meminta supaya perlengkapan pakaian anggota Satpol PP harus sesuai Permendagri No. 19 tahun 2013.

Menurut dia, untuk mengamankan wilayah anggota Satpol PP bisa kordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Keamana suatu wilayah harus ditangani secara bersama.

Khofifah mengingatkan kurang dari sebulan lagi akan ada peristiwa bersejarah yakni Pilpres dan Pemilihan Legislatif. Dia mengingatkan supaya seluruh anggota Satpol PP dan ASN untuk netral.

"Bangsa Indonesia akan memiliki agenda nasional. Ini menjadi ouncak demokrasi. Yaitu pemilihan presiden dan pileg secara serentak. Mari jaga sama-sama. Jaga agar berjalan sesuai kaidah demokrasi," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya