Penerbang Tempur TNI AU Ngebom di Ponorogo

Teknisi Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi mengecek pesawat sebelum melaksanakan pengeboman malam hari di AWR Pulung, Desa Suren, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Rabu. (27/3 - 2019). (Istimewa/Lanud Iswahjudi)
28 Maret 2019 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Penerbang tempur Lanud Iswahjudi berlatih menembak air to ground pada malam hari di Air Weapon Range (AWR) Pulung, Desa Suren, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Latihan pengeboman ini dilaksanakan selama dua hari Rabu-Kamis (27-28/3/2019).

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra mengatakan penerbang tempur yang mengikuti kegiatan latihan ini dari Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 15. Latihan menggunakan pesawat F-16 Fighting Falcon dan T-50i Goden Eagle dengan bom BL 25.

"Latihan penembakan air to ground ini dilaksanakan di AWR Pulung Ponorogo. Latihan pertempuran ini memang dilakukan pada malam hari pada Rabu dan Kamis," kata dia kepada wartawan, Kamis (28/3/2019).

Untuk take off dan landing mengambil lokasi di Lanud Adi Soemarmo Solo. Pada hari pertama, pesawat F-16 melaksanakan pengeboman sebanyak 6 sorties dan me-release 36 bom, sedangkan pesawat T-50i berhasil me-release 24 hanya dengan empat sorties.

Menurut Danlanud, latihan pengeboman pada malam hari ini merupakan exercise yang harus dilalui seorang penerbang tempur. Hal ini menjadi pencapaian profesionalitas sebagai seorang penerbang tempur.

"Setiap penerbang tempur harus dapat mencapai hal itu. Ini berguna dalam menghadapi situasi yang sulit yang tidak diharapkan," jelas Marsma TNI Iko.

Latihan pengeboman ini diklaim tidak mengganggu masyarakat karena kegiatan ini dilakukan di daerah khusus latihan militer di Ponorogo. Skenario dalam latihan ini, pesawat mengebom dan menembaki target yang dipasang di bawah.

Adapun penerbang yang terlibat dalam latihan pengeboman malam hari Mayor Pnb Dharma S. Gultom bersama Kapten Pnb Yerik menggunakan pesawat T-50i dengan nomor TT-5001, Lettu Pnb Stefanus (TT-5010), Mayor Pnb Yudisthira bersama Kapten Pnb Yerik TT-5004, dan Kapten Pnb Kustaman menggunakan pesawat nomor TT-5010.

Sementara dari Skadron Udara 3 yaitu Mayor Pnb Bambang Aulia Yudistira dua sorties menggunakan pesawat F-16 dengan nomor TS-1637 Lettu Pnb Fulgentius Dio Prakoso TS-1642, Kapten Pnb Windi dua sorties TS-1639, dan Kapten Pnb Ferry Rachman TS-1637. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya