Bojonegoro Mewaspadai Banjir hingga Akhir April 2019

Ilustrasi hujan (Reuters/Carlo Allegri)
26 Maret 2019 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Masyarakat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tetap diminta waspada menghadapi ancaman bencana banjir karena musim kemarau di Bojonegoro diperkirakan baru akan mulai pada dasarian III April 2019.

"Kewaspadaan menghadapi ancaman banjir masih diberlakukan, sebab di daerah kami masuk musim kemarau akhir April," kata Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, di Bojonegoro, yang dilansir Antara, Selasa (26/3/2019).

Sesuai prakiraan cuaca yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, lanjut dia, curah hujan di Bojonegoro masih tinggi sampai memasuki akhir April.

Sesuai data BMKG Karangploso, Malang, tambah dia, curah hujan di daerahnya masih tinggi berkisar 401-500 milimeter yang berpotensi menimbulkan bencana banjir, selain tanah longsor.

"Curah hujan yang terjadi sampai April masih tinggi berpeluang menimbulkan banjir," ujar Nadif Ulfa.

Namun, pihaknya tidak bisa memastikan curah hujan itu juga berpotensi menimbulkan banjir luapan Bengawan Solo. Sebab, terjadinya banjir luapan Bengawan Solo di daerah hilir, Jawa Timur, juga dipengaruhi banyak faktor akibat curah hujan tinggi di daerah hulu, Jawa Tengah.

"Banjir luapan Bengawan Solo dipengaruhi curah hujan di hulunya tidak hanya curah hujan lokal. Kalau saat ini kondisi Bengawan Solo dari hulu sampai hilir Jawa Timur, aman tidak menimbulkan banjir," kata dia.

Yang jelas, kata dia, BPBD Bojonegoro masih tetap siaga dengan menyediakan berbagai kebutuhan dalam menghadapi ancaman bencana banjir.

"Persediaan sembako untuk korban bencana masih tersedia lebih dari cukup," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara