SPBU Mini di Bojonegoro Terbakar, Damkar Minta Ini

ilustrasi kebakaran. (Solopos/Whisnu Paksa)
25 Maret 2019 20:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini di Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, milik Kasnur, 43, ludes terbakar pada Minggu (24/3/2019). 

Menurut Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Sukirno, pemadaman kebakaran SPBU mini itu dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Menurut dia, kebakaran disebabkan percikan bunga api di pompa pemindah jeriken ke drum di SPBU mini, ketika Kasnur memindahkan bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, SPBU mini terbakar, bahkan meledak karena di dalamnya ada BBM sekitar 200 liter.

Ia memperkirakan kerugian kebakaran sekitar Rp35 juta. "Pemiliknya menderita luka bakar ringan pada tangan dan kakinya, tetapi hanya menjalani perawatan di rumahnya," kata Sukirno, Senin (25/3/2019), dilansir Antara.

Warga sekitar juga banyak yang kaget karena kebakaran pom mini ini juga menimbulkan suara ledakan sangat keras.

"Kaget juga tadi karena ada bunyi ledakan yang mungkin dari drum minyak," kata salah satu warga, Suroto, dikutip dari Detik.com.

Menyikapi musibah itu, Dinas Damkar Bojonegoro meminta masyarakat yang mengelola SPBU mini untuk menyediakan atau melengkapi alat pemadam kebakaran ringan (APAR).

"Hampir semua SPBU mini yang didirikan masyarakat tidak dilengkapi APAR," kata Kepala Dinas Damkar Bojonegoro Andik Sudjarwo, Senin.

Dia menjelaskan dalam dua tahun terakhir, petugas Dinas Damkar Bojonegoro sudah mengunjungi SPBU mini di sejumlah lokasi untuk memperingatkan pemiliknya agar menyediakan APAR, meskipun pendirian SPBU mini tanpa izin.

Petugas juga memberikan stiker bertuliskan nomor telepon selular Dinas Damkar yang bisa dihubungi masyarakat di tujuh posko, kalau sewaktu-waktu ada kejadian kebakaran SPBU mini.

"Petugas kami instruksikan untuk melakukan pengecekan ulang SPBU mini yang pernah didatangi guna memastikan kelengkapan APAR," katanya dilansir Antara.

Mengenai jumlah SPBU mini di Bojonegoro, Andik mengaku tidak tahu pasti, karena belum ada pendataan resmi dari Dinas Perdagangan.

Meski demikian, ia memperkirakan di setiap kecamatan (28 kecamatan) ada rata-rata berkisar enam sampai tujuh SPBU mini yang sudah berdiri. "Ya, semua SPBU mini tidak memiliki APAR," ujarnya.

Andik mengatakan kebakaran SPBU mini di Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo, sehari sebelumnya merupakan yang pertama sejak maraknya masyarakat mendirikan SPBU mini.

"Proses menghubungi petugas Damkar tidak bisa dengan cepat, karena stiker yang berisi nomor telepon Dinas Damkar yang ditempel di mesin SPBU ikut terbakar," ujarnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : detikcom, Antara