Surat Suara DPR dan DPRD Paling Sulit Dilipat, Kok Bisa?

Ratusan orang melipat surat suara untuk Pemiludi kompleks Gedung Korpri Kabupaten Madiun, Jumat (22/3 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
22 Maret 2019 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Proses pelipatan surat suara Pemilu 2019 masih berlangsung hingga Jumat (22/3/2019). Petugas pelipatan surat suara yang direkrut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun berasal dari berbagai kalangan.

Pantauan Madiunpos.com di kompleks Gedung Korpri Kabupaten Madiun, Jumat siang, ratusan petugas pelipat surat suara terlihat sibuk melipat surat suara Pilpres. Petugas pelipat surat suara terdiri atas laki-laki dan perempuan usia dewasa dan ada pula yang masih remaja.

Para petugas pelipatan surat suara ini hanya mengandalkan tangan dan membawa botol minuman yang terbuat dari kaca. Botol ini untuk merapikan lipatan supaya sempurna.

Salah satu petugas pelipatan surat suara, Maryanto, mengatakan dirinya baru ikut melipat surat suara di KPU Kabupaten Madiun pada Senin (18/3/2019). Pelipatan surat suara di Kabupaten Madiun telah dimulai Kamis (14/3/2019).

Dia menyampaikan pelipatan surat suara untuk Pilpres ini yang terakhir. Sebelumnya, surat suara untuk DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten telah dilipat.

Warga Kecamatan Taman, Kota Madiun, ini menyampaikan kertas surat suara yang paling sulit dilipat yaitu untuk DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten karena cukup lebar dan calonnya banyak. Untuk pelipatan satu surat suara dibutuhkan tiga kali tahapan.

Sedangkan untuk surat suara DPD dan Pilpres hanya dua kali tahapan saja. "Kalau paling enak ya surat suara Pilpres dan DPD. Kalau yang DPR kertasnya agak besar jadi agak ribet," jelas dia.

Pedagang mainan di Alun-alun Kota Madiun itu mengaku sengaja mengikuti kegiatan pelipatan surat suara untuk menambah penghasilan. Biasanya setelah selesai melipat surat suara, malamnya ia berjualan mainan.

Untuk upah yang didapat dari pelipatan surat suara, kata dia, nilainya beragam. Satu lembar surat suara DPR RI dihargai Rp130, sedangkan paling murah yaitu surat suara Pilpres, satu lembarnya Rp75.

"Kalau untuk hasilnya berapa ga tahu. Belum dihitung. Soalnya ini kan dihitungnya per kelompok. Nanti dibagi-bagi," ujar dia.

Hal senada dikatakan petugas pelipat surat suara lainnya, Sunarti. Ibu rumah tangga ini mengaku mengikuti kegiatan pelipatan surat suara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

"Iya dari pada di rumah, ada kegiatan ini ya langsung ikut. Lumayan buat beli kebutuhan rumah," kata dia.

Sunarti menyampaikan surat suara paling lama dilipat yaitu untuk DPR dan DPRD. Karena calonnya sangat banyak sehingga ukuran kertasnya cukup besar.

KPU Kabupaten Madiun mendapatkan jatah surat suara sebanyak 2.917.505 lembar. Setiap pilihan jumlah surat suaranya 583.501 lembar.

Ketua KPU Kabupaten Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, mengatakan petugas pelipat surat suara Pemilu 2019 sebanyak 300 orang. Saat ini proses pelipatan surat suara sudah memasuki tahap akhir yaitu surat suara pilpres.

"Untuk surat suara yang rusak belum bisa dihitung. Nanti menunggu setelah pelipatan selesai dan akan diplenokan," ungkapnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya