Ada Temuan Benda Kuno Ini, Balai Arkeologi Teliti Situs Sekaran di Malang

Arkeolog dari BPCB Jawa Timur menggali di situs purbakala Sekaran yang ditemukan di proyek jalan tol Malang-Pandaan di kilometer 37, Pakis, Malang, Jawa Timur, Selasa (19/3 - 2019). (Solopos/Ari Bowo Sucipto)
21 Maret 2019 19:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG -- Balai Arkeologi Yogyakarta akan melanjutkan proses penelitian di Situs Sekaran, yang terletak di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketua Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan pihak Balai Arkeologi Yogyakarta telah meninjau langsung di lokasi temuan, yang ditengarai merupakan situs peninggalan era pra-Majapahit.

"Pihak Balai Arkeologi Yogyakarta nantinya akan melakukan penelitian dengan lebih intensif, khusus untuk mencari bentuk dan denah Situs Sekaran ini," kata Wicaksono, ditemui di area Situs Sekaran, Desa Sukapuro, Kabupaten Malang, Kamis (21/3/2019).

Wicaksono menjelaskan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan guna memastikan jenis bangunan tersebut. Sementara pihak BPCB Trowulan Jawa Timur bertugas memastikan batasan situs kaitannya dengan pembangunan jalan tol Pandaan-Malang.

"Untuk lebih jelasnya, diperlukan banyak data. Hal itu nantinya akan diperjelas dari penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta," ujar Wicaksono Dwi Nugroho.

Situs Sekaran merupakan situs purbakala yang baru ditemukan beberapa waktu lalu, di kawasan pembangunan jalan Tol Pandaan-Malang. Proses ekskavasi dilakukan oleh BPCB Trowulan Jatim sejak Selasa (12/3/2019) lalu.

Situs Sekaran diprediksi merupakan kompleks bangunan suci yang berasal dari era pra-Majapahit. Hal tersebut diperkuat dengan temuan lepas berupa fragmen porselen, mata uang kuno asal Tiongkok yang berasal dari masa Dinasti Song, paduraksa atau bangunan berbentuk gapura, dan altar.

Kompleks bangunan suci tersebut diperkirakan memiliki hunian di sekelilingnya, yang bisa merupakan pure atau semacam keraton. Namun, untuk memastikan hal tersebut, pihak Balai Arkeologi Yogyakarta yang akan melakukan penelitian lebih lanjut.

Sumber : Antara