Mobil Tubruk Truk di Tol Ngawi, Putra Bupati Mojokerto Meninggal

Ilustrasi kecelakaan. (Solopos - Dok)
21 Maret 2019 11:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Jiansyah Kamal Pasya, putra sulung Bupati nonaktif Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, 20, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Solo-Ngawi KM 565.600 A, Ngawi, Rabu (20/3/2019) malam.

Jiansyah meninggal dunia setelah mobil yang ditumpanginya menabrak truk tronton. Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu, mengatakan kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 565.600 A antara mobil sedan Mazda berpelat nomor S 1075 RJ dengan truk berpelat nomor AA 1962 EE.

Mobil sedan itu dikemudikan Slamet Bawon dan penumpangnya Jiansyah Kamal Pasya. Sedangkan truk dikemudikan Deni Setiyanto, 29, warga Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kapolres menuturkan berdasarkan keterangan sopir mobil sedan saat itu melaju dengan kecepatan 80 km/jam dari arah timur ke barat. Mobil sedan itu hanya ada satu sopir Slamet dan satu orang penumpangnya Jiansyah di tempat duduk paling depan bersebelahan dengan sopir.

Saat melaju di Tol Ngawi itu, kata AKBP Pranatal, Jiansyah mengantuk dan kepalanya sampai di pundak sopir. Hingga sopir mobil itu beberapa kali membenahi posisi Jiansyah.

Hingga akhirnya saat di lokasi kejadian, sopir sedang membenahi posisi badan Jiansyah, kendali laju kendaraan diabaikan dan di depannya sudah ada truk bermuatan kayu yang melaju dengan kecepatan 45 km/jam.

Mobil sedan itu pun menabrak bagian belakang truk tronton itu. "Itu keterangan sementara. Sopir beberapa kali memperbaiki posisi korban yang mengantuk. Karena posisi kepalanya sampai di badan sopir," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Kamis (21/3/2019).

Jiansyah mengalami luka parah dan langsung dibawa ke RS At-Tien Ngawi. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Jenazah telah dibawa ke rumah duka di Tampungrejo Puri, Mojokerto, Rabu malam.

Saat ini, polisi masih mendalami kecelakaan ini. Sopir mobil sedan dan truk tronton masih diperiksa pihak kepolisian.