270.000 UMKM Jatim Ditargetkan Masuk Pasar Digital dalam 5 Tahun

Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan (putih) memaparkan kondisi UMKM Jatim dalam seminar UMKM yang digelar oleh PWI dan HM Sampoerna di Surabaya, Rabu (20/3 - 2019). (Bisnis/Peni Widarti)
21 Maret 2019 04:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Sekitar 270.000 usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Provinsi Jawa Timur (Jatim) diproyeksikan masuk ke pasar digital secara bertahap dalam lima tahun ke depan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan mengatakan saat ini mitra binaan UMKM Jatim yang sudah mendapatkan edukasi dan masuk pasar digital mencapai 1.249 UMKM.

"Sebetulnya UMKM kita sudah banyak yang masuk di marketplace digital karena ada yang sudah mandiri. Namun yang mendapatkan edukasi dari kita memang belum banyak," katanya seusai menjadi narasumber Seminar UMKM yang digelar PWI di Surabaya, Rabu (20/3/2019).

Drajat mengatakan selama ini UMKM yang masuk pasar digital kebanyakan ada di marketplace Bukalapak. Pemprov Jatim sendiri sudah melakukan konsolidasi dengan sejumlah marketplace lainnya agar mau memberikan ruang lebih banyak bagi produk-produk UMKM Jatim, ketimbang produk impor.

"Kami baru ketemu dengan Bukalapak, Shopee, Blibli, dan Tokopedia untuk mengajak mereka agar ikut mengangkat produk UMKM kita. Rencananya akan ketemu lagi untuk membicarakan yang lebih konkret," katanya.

Drajat menambahkan selama ini kesulitan atau hambatan yang dihadapi UMKM untuk masuk pasar digital adalah pengoperasian aplikasi dan cara menyajikan gambar/foto produk yang menarik konsumen.

Disperindag mencatat, rata-rata pertumbuhan jumlah pelapak di Jatim yang mengupload barang ke marketplace sekitar 5% per bulan. Sedangkan rata-rata peningkatan transaksi dan nilai penjualan pelapak Jatim sekitar 8%-10% per bulan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis.com