Jatim Luncurkan Pilot Project Milenial Job Center Tahun Ini

Penandatangan MoU antara Universitas Kristen Petra (UKP) dengan Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) dalam mengembangkan tenaga desainer alas kaki di UKP Surabaya, Selasa (18/3 - 2019). (Bisnis/Peni Widarti)
20 Maret 2019 22:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Pilot project program Milenial Job Center (MJC) akan diluncurkan tahun ini setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) membangun koalisi dengan berbagai instansi badan usaha milik negara (BUMN), swasta, maupun marketplace.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan saat ini pemprov masih membangun ekosistem MJC salah satunya menggandeng berbagai marketplace termasuk perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga muda kreatif di berbagai bidang.

"Jadi dalam MJC ini bukan cari duit dulu tapi cari pengalaman karena kalau sudah punya jam terbang dan karya profesional yang mumpuni, billing rate atau biaya jasanya otomatis akan meningkat," katanya seusai mengisi acara sosialisasi kompetisi Indonesia Footwear Creative Competition (IFCC) 2019 di Universitas Kristen Petra Surabaya, Selasa (19/3/2019).

Mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan program MJC berbeda dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Menurut dia, BLK hanya menawarkan pelatihan, sedangkan MJC pelatihan industri kreatif sampai pada magang sekaligus bekerja.

"Jadi MJC ini satu bentuk BLK yang mungkin bisa menjawab tantangan bagi milenial dan mereka bisa on the job learning, karena kalau magang saja adrenalinnya enggak keluar, kalau on the job learning ada rasa tanggung jawab," jelas suami Arumi Bachsin itu.

Saat ini, kata Emil Dardak, Pemprov Jatim telah mengajak empat marketplace besar ikut mendukung program MJC, di antaranya adalah Blibli, Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

Adapun MJC nantinya akan menjadi wadah bagi generasi milenial yang ingin mengembangkan karier di bidang profesi milenial seperti social media management, digital marketing, drone video production, augmented reality programming, virtual reality content production, dan profesi era milenial lainnya.

Profesi-profesi era milenial ini diyakini sangat dibutuhkan dunia usaha Indonesia untuk bisa bersaing di era digital. MJC akan mempertemukan talenta profesi milenial yang sudah memiliki kemampuan dasar tapi belum memiliki rekam jejak profesional atau portofolio, dengan klien yang bersedia memberikan pekerjaan atau proyek kepada talenta baru yang belum berpengalaman.

"Dalam program MJC ini juga akan menyediakan mentor profesional dari kalangan praktisi untuk mendorong proses on the job learning," imbuh Emil.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis.com