Festival Gerabah Bojonegoro Digelar 27 April 2019, Yuk Nonton!

Perajin gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Bojonegoro, mengerjakan gerabah dengan tema kartun, Selasa (19/3/2019). (Antarajatim-Asmaul Chusna - Aguk Sudarmojo)
20 Maret 2019 12:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Pemerintah Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Bojonegoro, Jawa Timur, berencana menggelar festival gerabah yang akan diisi dengan berbagai kegiatan sebagai usaha mempromosikan wisata edukasi di tepian kepada masyarakat, pada 27 April 2019.

"Festival gerabah yang akan digelar ini untuk yang kedua. Diisi berbagai kegiatan dengan puncak acara arak-arakan para perajin yang akan menabuh terbang gerabah dengan memanfaatkan kertas semen," kata Kepala Desa Rendeng, Muslih, di Bojonegoro, Selasa (19/3/2019).

Dia menceritakan pada festival gerabah tahun lalu untuk acara puncak digelar arak-arakan yakni mengarak gerabah si Gogor (anak macan) yang ditetapkan sebagai ikon Bojonegoro.

Untuk festival gerabah tahun ini, lanjut dia, para perajin akan mengelar arak-arakan dengan menabuh terbang dengan bahan gerabah dengan memanfaatkan kertas semen diikuti para perajin yang memainkan permainan gerabah kodok dan gerabah peluit.

"Peserta arak-arakan perajin gerabah. Sebab kami membuat untuk gerabah terbang, katak, dan peluit masing-masing 100 gerabah," ucapnya.

Selain itu, acara diisi dengan lomba mewarnai gerabah dengan peserta siswa tingkat TK dan SD dan peresmian ruang terbuka hijau dan fitnes outdoor yang dibangun dari dana APBDes Rp90 juta.

"Di sepanjang jalan puluhan perajin akan mendemontrasikan membuat gerabah, dengan peralatan piring putar," katanya.

Muslih menyebutkan di desanya tercatat sebanyak 80 perajin gerabah modern yang membuat gerabah boneka film kartun, seperti boneka spongebob juga boneka film kartun lainnya termasuk asbak, dan 130 perajin gerabah tradisional seperti berbagai aneka gerabah celengan binatang.

"Harga gerabah modern dan tradisional bervariasi mulai Rp5.000 sampai Rp200.000 per gerabah," ucapnya.

Yang jelas, menurut dia, pengunjung di lokasi wisata edukasi gerabah terus meningkat dengan rata-rata 1.000 pengunjung setiap libur akhir pekan.

"Pengunjungnya dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan juga daerah lainnya termasuk daerah di Jawa Tengah, sebagian besar siswa," katanya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara