Banjir Merugikan Ponorogo Rp9 Miliar

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. (Istimewa/Pemkab Ponorogo)
18 Maret 2019 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Kerugian yang diakibatkan bencana banjir di Ponorogo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, mencapai Rp9 miliar. Kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana banjir Ponorogo itu meliputi berbagai sektor terutama di sektor infrastruktur dan lahan pertanian.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan bencana banjir yang terjadi sepekan lalu itu menerjang delapan kecamatan di Ponorogo. Banjir berdampak kerusakan pada berbagai sektor. Salah satu yang terparah yakni di sektor infrastruktur karena banjir merusak talut, plengsengan, dan jembatan.

Dia menuturkan banjir tersebut merusak 13 talut dan plengsengan yang ambrol. Selain itu ada lima jembatan rusak. Jembatan yang rusak itu ada di Desa Broto Kecamatan Slahung, Desa Nambak Kecamatan Bungkal, Dusun Masaran Desa Nambak, Desa Krisik Kecamatan Pudak, dan jembatan Duri.

"Total kerugian jembatan ini sekitar Rp6,8 miliar. Ada yang satu jembatan kerugiannya mencapai Rp1 miliar," ujar dia dalam siaran pers Pemkab Ponorogo yang dikutip Madiunpos.com, Senin (18/3/2019).

Untuk sektor pertanian, kata Ipong, lahan pertanian yang terdampak mencapai 1.700 hektare. Dari luas lahan yang terdampak, sekitar 350 hektare mengalami gagal panen.

Untuk penghitungan kerugian yang ditimbulkan dari bencana banjir ini dihitung menggunakan cara yang dipakai oleh asuransi pertanian. Asuransi pertanian menjamin sawah dengan besaran Rp6 juta per hektare.

"Dengan luas lahan pertanian yang rusak ini, kerugiannya mencapai Rp1,8 hektare," ujar dia.

Selain itu, ada satu sekolah di Ngrayun yang plengsengannya longsor. Akibatnya, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp200 juta.

“Jadi total adalah Rp 9 miliar termasuk dana operasional kegiatan penanggulangan banjir dan longsor,” tegas Bupati Ipong. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya