Dawet Kopi, Cara Unik Menikmati Kopi di Magetan

Owner Kedai Jelagakopi, Anggi Rahardian Prasetyono, saat mengikuti festival kopi di Ngopi Bareng KAI di Stasiun Madiun, Selasa (12/3 - 2019). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
18 Maret 2019 22:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Tak sedikit orang menggemari kopi karena rasanya yang khas. Kedai-kedai kopi pun bermunculan di sekitar kita dengan beragam inovasi penyajian demi memuaskan selera para penggemar minuman kopi. 

Salah satu kedai yang menawarkan cara berbeda menikmati kopi adalah Kedai Jelagakopi di Jl. Kemasan No. 20 Kauman, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kedai ini membuat inovasi kopi yang terdiri dari silky kopi atau kopi puding, dawet kopi, dan dawet moca. 

Owner Kedai Jelagakopi, Anggi Rahardian Prasetyono, saat ditemui di acara Ngopi Bareng KAI di Stasiun Madiun, Selasa (12/3/2019), mengatakan saat ini penikmat kopi memang sangat banyak yang berasal cari berbagai kalangan. Namun, dia menilai penyajian kopi cenderung monoton dan kurang ada variasi.

Pada Juli 2018, Anggi Rahardian tergugah untuk menciptakan penyajian kopi yang berbeda. Hingga terciptalah penyajian kopi dengan tiga varian yaitu dawet kopi, dawet moca, dan puding kopi. 

Dia menceritakan untuk dawet kopi itu ada dawetnya. Namun, dawet ini terbuat dari kopi bukan dari daun janggelan atau cincau. "Dawet yang terbuat dari kopi ini kemudian dicampur dengan susu murni sebagai kuah dari dawet kopinya," ujar dia. 

Sedangkan untuk puding kopi terbuat dari susu, kemudian nanti disiram dengan kopi hitam sebagai kuahnya.

Tiga varian penyajian kopi ini menjadi salah satu produk andalan dari Jelagakopi. Untuk penyajiannya, varian kopi ini disajikan di dalam sebuah botol. Satu botolnya dihargai Rp15.000. 

"Di kedai kami tidak hanya menyajikan tiga varian itu saja. Tapi juga ada kopi robusta dan arabica dari berbagai daerah di Nusantara," kata Anggi. 

Untuk pemasaran produk, ia hanya mengandalkan sosial media seperti Facebook dan Instagram. Dalam sepekan ia bisa menjual sampai 50 botol untuk tiga varian itu. 

Menurut dia, bisnis kopi di Magetan masih sangat terbuka lebar dan peluangnya besar. Dia mengaku bersama komunitas pecinta kopi di Magetan tengah memperkenalkan kopi lokal Gunung Lawu supaya lebih dikenal masyarakat. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya