Duh, 995 Anak Balita Kota Madiun Mengalami Stunting

Ilustrasi stunting (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
15 Maret 2019 13:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 995 anak balita di Kota Madiun, Jawa Timur, diketahui mengalami kondisi stunting atau kerdil. Angka tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Madiun, Jawa Timur, per akhir Desember 2018.

"Dari kasus sebanyak 995 [anak] balita stunting tersebut, persentasenya mencapai 11,84 persen," ujar Kepala Dinkes dan KB Kota Madiun Agung Sulistya Wardani saat kegiatan Sarasehan Penanganan Masalah Gizi, di Aula Gedung Asrama Haji Kota Madiun, Kamis (14/3/2019).

Menurut dia, meski kasus tersebut masih kurang dari target World Health Organization ( WHO), angka itu dirasa cukup besar. Adapun, WHO menargetkan angka stunting di suatu wilayah tidak boleh lebih dari 15 persen.

Wardani menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi anak balita mengalami stunting. Di antaranya 30 persennya karena kondisi kesehatan dan 70 persen lainnya multisektor.

"Multisektor, di antaranya dipengaruhi oleh kesehatan lingkungan, seperti mutu tanah, air dan lainnya," kata Wardani kepada wartawan.

Guna mengurangi kasus stunting, Pemkot Madiun terus berupaya melakukan pencegahan.

Beberapa program dan kegiatan yang telah dicanangkan melalui OPD untuk mencegah stunting antara lain, pencukupan gizi, imunisasi, jambanisasi, kampung KB, program keluarga harapan, posyandu, hingga kampanye makan ikan.

Selain itu, pendampingan terhadap ibu hamil juga dilakukan. Hal itu berlanjut saat ibu melahirkan hingga anak usia 2 tahun.

Wardani menjelaskan jika kondisi stunting tidak segera ditangani akan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak. Di antaranya memengaruhi pertumbuhan otak dan ketahanan tubuh anak terhadap suatu penyakit akan terganggu.

"Utamanya mulai masa kehamilan sampai dengan anak usia 2 tahun itu periode emas. Jadi mohon untuk mengikuti saran dari kesehatan dan juga berperilaku hidup bersih," kata dia.

Selain itu, warga juga dituntut untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Seperti buang air besar d tempatnya, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara