Pengikut Thoriqoh Musa Diduga Menyebar hingga Wonogiri

Kondisi pondokan pusat Thoriqoh Akmaliyah Ash-Sholihiyah cabang Ponorogo di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Rabu (13/3 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Maret 2019 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Pengikut ajaran thoriqoh Musa diketahui tidak hanya sejumlah warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, tetapi juga telah menyebar di sejumlah kecamatan lain di Ponorogo hingga ke Wonogiri, Jawa Tengah. 

Kepala Desa Watubonang, Bowo Susetyo, mengatakan pengikut ajaran thoriqoh Musa terdata ada sekitar 300 orang.

Dia menerangkan warga yang menjadi pengikut thoriqoh Musa tidak hanya warga Kecamatan Badegan, tetapi juga ada yang dari Kecamatan Jambon, Kauman, Balong, bahkan ada beberapa warga dari Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

"Untuk 300 orang itu yang biasanya sering mengikuti kegiatan pengajian di rumah Khotimun di Desa Watubonang. Kegiatan pengajian di rumah itu dilaksanakan dua kali seminggu," jelas dia, Rabu (13/3/2019).

Bowo menuturkan aksi hijrah massal yang dilakukan 52 warganya itu sangat meresahkan. Terlebih mereka melakukan aksi tersebut secara diam-diam dan tersembunyi.

"Ada salah satu keluarga yang sebelumnya memang diketahui mau berangkat ke Malang. Kemudian kami melakukan konfirmasi terkait keberangkatan itu. Keluarga itu bilang tidak jadi berangkat. Tapi pagi harinya satu keluarga itu sudah berangkat ke Malang," jelas dia.

Untuk mengatasi masalah ini, kata Bowo Susetyo, pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat. Hal itu untuk menetralisir dan memberikan arahan kepada warga yang diduga mengikuti ajaran thoriqoh itu.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan ajaran thoriqoh Musa memang sudah menyebar di berbagai kecamatan di Ponorogo. Untuk itu perlu segera diantisipasi penyebarannya.

Menurut laporan yang diterima, penyebaran thoriqoh ini melalui sistem door to door sehingga sulit untuk dideteksi dan mudah menyebar. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya