Pemkab Ponorogo Siap Jemput Warga Watubonang yang Hijrah ke Malang

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. (Istimewa/Pemkab Ponorogo)
14 Maret 2019 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Peristiwa hijrah massal warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, ke Malang mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Bahkan, Pemkab Ponorogo membentuk tim khusus untuk menangani permasalahan itu.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni meminta Pemerintah Provinsi Jatim, Polda Jawa Timur, dan MUI Provinsi Jawa Timur, ikut turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Ponorogo ini kan hilirnya. Yang menerima akibat. Yang harus ditangani ya pusatnya di Malang itu. Saya berharap pemprov, polda, MUI Jatim, Pemkab Malang, ikut turun menangani ponpes itu," kata Bupati Ipong kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/3/2019) malam.

Ipong menyampaikan Pemkab Ponorogo akan semaksimal mungkin untuk menangani kasus ini dengan membentuk tim khusus dari berbagai unsur seperti kepolisian, TNI, MUI, hingga ormas keagamaan. Tujuannya untuk membendung niat warga atau pengikut thoriqoh Musa yang akan hijrah ke Malang.

"Untuk sekarang ini kami secara personal akan mendatangi para pengikut thoriqoh Musa. Untuk bersama-sama menyadarkan dan memahamkan mereka," ujar Ipong Muchlissoni.

Ipong mengaku telah mendapatkan konfirmasi dari Kapolsek Kasembon, Malang, terkait isu kiamat itu tidak benar. Namun, Ipong mendapatkan informasi lain bahwa di internal jemaah thoriqoh Musa memang ada ajaran seperti itu.

Ipong juga mendapat laporan dari pemerintah Desa Watubonang bahwa ada 10 anak yang keluar dari sekolah karena diajak orang tuanya ke Malang. Menurut dia, tindakan-tindakan seperti ini tidak benar.

Lebih lanjut, pihaknya saat ini akan fokus pada pencegahan warga atau pengikut ajaran thoriqoh Musa yang ada di Ponorogo. Dia menegaskan Pemkab Ponorogo siap untuk menjemput para warga Ponorogo yang saat ini telah berada di Malang. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya