Puluhan Buruh Distributor Produk Wings Madiun Mogok Kerja

Puluhan pekerja PT Cipta Gagas Lestari Madiun melakukan aksi mogok kerja untuk meminta perusahaan mempekerjakan kembali karyawan yang telah di-PHK, Kamis (14/3 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Maret 2019 15:20 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Puluhan buruh pabrik PT Cipta Gagas Lestari atau perusahaan distributor produk PT Wings Surya Surabaya menggelar aksi mogok kerja di depan lokasi perusahaan mereka yang ada di Jl. Ring Road Kota Madiun, Kamis (14/3/2019) pagi.

Mereka melakukan aksi mogok kerja ini sebagai dukungan solidaritas kepada sejumlah rekan kerjanya yang di-PHK (pemberhentian hubungan kerja) pihak perusahaan tersebut. Mereka aksi dengan mengibarkan sejumlah bendera organisai serikat buruh.

Seorang buruh yang di-PHK, Armada, mengatakan ada beberapa karyawan sudah bekerja belasan tahun yang di-PHK oleh perusahaan. Karyawan yang telah bekerja belasan tahun juga ada yang belum diangkat menjadi karyawan tetap.

"Kami berharap karyawan yang telah di-PHK untuk dipekerjakan kembali," kata dia kepada wartawan, Kamis.

Dia menuturkan ada sebelas karyawan yang diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan distributor produk-produk Wings tersebut. Pemberhentian sepihak itu dilakukan dengan alasan yang tidak jelas.

Karyawan PT Cipta Gagas Lestari yang masih aktif, Eko Rosiful, mengatakan aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap karyawan yang telah di-PHK secara sepihak. Selain itu, para buruh juga ingin memperjelas nasib dan statusnya sebagai karyawan.

Hal itu karena banyak karyawan yang telah bekerja hingga belasan tahun belum diangkat oleh perusahaan dan statusnya masih kontrak.

"Saya sudah bekerja tiga tahun di sini. Tapi belum diangkat. Ini yang menjadi pertanyaan. Apa parameter untuk diangkat sebagai karyawan. Soalnya ada yang sampai belasan tahun juga belum diangkat," jelas dia.

Eko mengatakan dalam aksi ini juga meminta kepada perusahaan untuk memberikan SK bagi seluruh karyawan tetap maupun kontrak sejak masuk kerja. Dia mengaku untuk gaji selama ini sudah setara UMK yaitu Rp1,8 juta per bulan. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya