Warga Watubonang Ponorogo Jual Rumah Lebih Murah Demi Hijrah ke Malang

Rumah Marimun di Desa Watubonang, Badegan, Ponorogo, yang dijual dan uang hasil penjualan digunakan untuk hijrah ke Malang, Rabu (13/3 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Maret 2019 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Kabar tentang adanya warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjual rumah untuk digunakan hijrah ke Malang bukan isapan jempol belaka. Bahkan warga rela menjual rumah dengan harga murah jauh dari harga pasaran.

Madiunpos.com menelusuri rumah milik warga Watubonang yang dijual untuk kebutuhan hijrah ke Malang, Rabu (13/3/2019). Salah satu rumah yang dijual yakni milik Marimun, warga RT 004/RW 001, Dusun Krajan, Desa Watubonang.

Marimun tercatat sebagai salah satu keluarga yang hijrah ke Malang dengan membawa istri dan anaknya. Rumah Marimun yang dijual berukuran sekitar 5 meter X 10 meter. Rumah tersebut terbuat dari kayu dan tripleks.

Di dalam rumahnya terlihat ada beberapa kamar dan di ruang utama sudah kosong melompong tidak ada perabotan rumah tangga apa pun, kecuali tikar yang tertata di lantai.

Dua orang terlihat duduk di depan rumah tersebut, seorang pria dan seorang wanita. Pria yang duduk di kursi depan rumah Marimun itu memperkenalkan diri sebagai paman dari Marimun bernama Karimun. Dia menceritakan rumah Marimun sudah dijual sepekan lalu.

Uang hasil menjual rumah, menurut Karimun, digunakan Marimun untuk biaya mondok di Malang bersama anak dan istrinya. Namun Karimun mengaku tidak tahu di mana tempat Marimun dan keluarganya mondok.

Selain itu, ia juga tidak tahu Marimun beserta keluarganya akan pulang ke kampung halaman atau tidak. "Rumah ini sudah dijual. Katanya untuk biaya mondok di Malang. Orangnya sudah berangkat seminggu lalu," kata Karimun.

Karimun menuturkan rumah beserta tanah tersebut dijual dengan harga Rp20 juta. Rumah itu dibeli oleh Sumono yang merupakan anak Karimun.

Mengenai kegiatan Marimun sehari-hari, kata dia, merupakan seorang petani. Marimun memang tercatat sebagai santri di pondokan yang dipimpin Khotimun di Desa Watubonang.

Kepala Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Bowo Susetyo, menyampaikan tercatat ada 52 jiwa dari 16 keluarga yang "bedol deso" dan berpindah ke Malang.

Dari 16 keluarga tersebut ada empat keluarga yang menjual rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup selama di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Malang.

"Ada empat keluarga yang ngejual rumah. Tapi ada juga yang hanya menjual sepeda motor, ternak, dan barang berharga lain untuk kebutuhan hidup di Malang," ujar dia.

Bowo menuturkan harga jual rumah empat keluarga tersebut tergolong sangat murah di bandingkan harga pasaran dengan tipe rumah dan tanah itu. Ia menyebut harga jual tanah dan rumah setipe itu di desanya masih senilai Rp30 juta lebih. Namun, warga tersebut menjualnya dengan harga Rp20 juta. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya