Bukan Sembako, Ini Bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk Korban Banjir Madiun

Petugas dapur umum pos induk bencana banjir di Kantor Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, menggoreng tempe untuk lauk, Jumat (8/3 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
13 Maret 2019 02:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Masyarakat korban banjir di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mendapatkan bantuan senilai Rp30 juta dari BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan berwujud peralatan sekolah, peralatan beribadah, dan peralatan mandi.

"Tujuan bantuan ini adalah BPJS Ketenagakerjaan peduli terhadap lingkungan dan para korban banjir. Dengan bantuan ini, kami berharap, para korban bisa segera pulih dari kondisi yang ada," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur Achmad Fatahudin di posko penanganan darurat bencana banjir Kabupaten Madiun di kantor Kecamatan Balerejo, Selasa (12/3/2019).

Dia mengatakan berdasarkan informasi petugas di posko, para korban lebih membutuhan peralatan sekolah, mandi, dan ibadah. Sedangkan bantuan untuk sembako sudah cukup banyak.

Achmad fatahudin menjelaskan bantuan yang disalurkan tersebut berasal dari penggalangan secara mandiri dana pribadi yang dilakukan oleh seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Jawa Timur. Pihaknya berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat.

Bantuan senilai Rp30 juta tersebut merupakan penggalangan tahap pertama. Sesuai rencana, akan ada penyaluran tahan kedua. Hal itu karena penggalangan secara intern masih terus dibuka hingga hari Jumat (15/3/2019) nanti.

"Insya Allah, minggu depan, setelah dana kita pastikan terkumpul berapa, kita akan ke titik-titik lokasi, untuk menyampaikan bantuan secara langsung. Selain itu juga memberikan motivasi serta semangat kepada korban yang terkena dampak, agar bisa cepat pulih," tambahnya.

Banjir besar melanda wilayah Kabupaten Madiun pada Rabu (6/3/2019) hingga beberapa hari lamanya. Kerugian akibat banjir tersebut mencapai sebesar Rp54.093.855.000.

Kerugian tesebut meliputi kerusakan permukiman mencapai Rp38.610.000.000, kerugian pertanian Rp8.093.295.000, kerugian peternakan sebesar Rp416.560.000, dan kerugian infrastruktur Rp6.974.000.000.

Jumlah kerugian tersebut meliputi kerusakan banjir yang menerjang sebanyak 57 desa di 12 Kecamatan terdampak. Sebanyak 5.707 KK dan 497 hektare lahan pertanian terdampak banjir. Sedangkan, ternak mati terdiri 10 ekor sapi, 69 ekor kambing, dan 4.058 ekor unggas.

Musibah banjir juga menyebabkan 5.024 permukiman rusak ringan, dan 62 permukiman rusak berat. Sejumlah kecamatan yang terdampak, antara lain Kecamatan Madiun, Saradan, Balerejo, Pilangkenceng, Sawahan, Mejayan, Wungu, Wonoasri, Gemarang, Kebonsari, Kare, dan Dagangan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara