Banjir Magetan Picu Kerugian Hingga Rp1 Miliar

Kondisi di Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, setelah banjir surut, Sabtu (9/3 - 2019). (Istimewa/BPBD Magetan)
11 Maret 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Bencana banjir di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, paling parah terjadi di dua desa di Kecamatan Kartoharjo yaitu di Desa Ngelang dan Desa Jajar. Akibat banjir tersebut kerugian yang ditimbulkan mencapai hampir Rp1 miliar.

Banjir di dua desa tersebut terjadi sejak Rabu (6/3/2019). Namun, air mulai surut dan hingga Minggu (10/3/2019) seluruh banjir sudah surut. Warga yang awalnya mengungsi pun sudah seluruhnya kembali pulang ke rumah masing-masing.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan banjir yang menerjang Kecamatan Kartoharjo pada Rabu lalu telah menyebabkan kerugian mencapai Rp1 miliar.

Kerusakan ada di sektor infrastruktur, pertanian, dan peternakan.

Fery Yoga Saputra memerinci kerugian di sektor pertanian mencapai Rp128 juta, infrastruktur jalan desa sepanjang 2.200 meter di Desa Ngelang senilai Rp484 juta, infrastruktur jalan desa di Desa Jajar senilai Rp300 juta, dan di sektor peternakan Rp3 juta.

"Itu data sementara. Kerugiannya mencapai hampir Rp1 miliar," jelas dia kepada Madiunpos.com, Senin (11/3/2019).

Banjir yang menerjang wilayah Magetan juga menyebabkan ratusan rumah terendam. Di Desa Ngelang ada 284 rumah yang terendam dan di Desa Jajar ada 210 rumah yang terendam. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 100 orang.

Fery Yoga Saputra menyampaikan banjir di Magetan disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Magetan berjam-jam. Curah hujan tinggi ini menyebabkan air di Bengawan Madiun meluap hingga ke jalan Desa Ngelang dan luapan Sungai Ulo di Desa Jajar.

"Kami kemarin membuka pos lapangan tanggap banjir di Desa Ngelang dan Desa Jajar. Berbagai bantuan juga didistribusikan kepada para korban bencana berupa sembako dan makanan siap saji," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya