Banjir Madiun Rusak Infrastruktur Senilai Rp6,9 Miliar, Ini Datanya

Bahu jalan di Jalan Raya Caruban-Ngawi rusak akibat tergerus air banjir, Rabu (6/3 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
09 Maret 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Banjir yang menerjang belasan kecamatan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat. Data terakhir yang dihimpun dari Pemerintah Kabupaten Madiun, kawasan yang terdampak banjir sebanyak 57 desa dan tersebar di 12 kecamatan.

Selain berdampak pada permukiman warga sehingga aktivitas masyarakat terganggu, banjir Madiun juga mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. Kerugian akibat kerusakan infrastruktur yang disebabkan bencana banjir ini mencapai Rp6,9 milir.

Sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir di Kabupaten Madiun antara lain:

1. 7 sayap Dam di Dam Sidorejo, Bruwok, Gendong, Kaligunting, Kaliabu, Serut, dan Nampu

2. 7 saluran sekunder di saluran sekunder Sidorejo, Wates, Bangunsari, Pacinan, BNP2, Tebon, dan Cau

3. Tiga jembatan di Kertosari, Tawangrejo, dan Desa Sumberbening

4. Longsor di Jalan Segulung-Suluk

5. Longsor di bahu Jalan Caruban-Ngawi

Bupati Madiun Ahmad Dawami menyampaikan saat ini pendataan kerusakan infrastruktur yang terdampak banjir masih terus dilakukan. Untuk kerusakan infrastruktur baru terdata ada sejumlah titik.

"Kerusakan dan kerugian bisa dilihat di papan infomasi. Kami masih terus melakukan pendataan," kata dia, Sabtu (9/3/2019).

Kaji Mbing, sapaan akrabnya, menambahkan hingga Jumat (8/3/2019) malam,masih ada tiga desa yang banjirnya belum surut yaitu di Desa Glonggong, Desa Kajang, dan Desa Pojok. Jumat malam, kondisi air masih sekitar 30 cm.

"Semoga hari ini seluruh desa yang terdampak banjir sudah surut," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya