Ini Cara Pemkab Ponorogo Meraih Adipura pada 2020

Ilustrasi gunungan sampah. (Solopos)
05 Maret 2019 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Pemerintah Kabupaten Ponorogo selama ini memiliki kendala untuk meraih penghargaan Adipura yaitu karena persoalan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Berbagai usaha akan dilakukan Pemkab Ponorogo untuk mendapatkan penghargaan tersebut pada tahun 2020.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko, mengatakan DLH akan melakukan perubahan tata kelola TPA Mrican.

Selama ini, kata dia, TPA milik Pemkab Ponorogo luasnya di bawah ketentuan untuk mendapat pengharhaan Adipura. Salah satu luasan TPA yang disyaratkan yaitu TPA dengan tipe sanitary landfield yang luasnya paling sedikit 4 hektare.

"Syarat minimal yaitu 4 hektare. Sedangkan kita hanya memiliki lahan TPA hanya 2 hektare," ujar dia yang dikutip Madiunpos.com, Senin (4/3/2019).

Pihaknya telah menyiapkan empat hal supaya pengelolaan TPA ini bisa mendapatkan penilaian yang baik meski luasnya di bawah ketentuan. Solusinya antara lain dengan penambahan fasilitas di TPA baik sistem pengolahan sampah maupin pemanfaatan limbahnya.

Lebih lanjut, Sapto menyampaikan hal pertama yang akan diubah yaitu pengelolaan air lindi. Air tersebut akan diolah menjadi air bersih. Karena air lindi merupakan bahan berbahaya yang merupakan air resapan inti limbah. Selain itu, pengolahan limbah menjadi kompos.

Kedua, pemanfaatan gas metan dari limbah yang ada. Untuk gas metan ini akan dimanfaatkan sebagai biogas dan disalurkan ke warga di lingkungan sekitar.

Pemerintah juga bakal memasang kamera closed circuit television (CCTV) di TPA untuk memantau kondisi TPA dari hari ke hari. Fasilitas timbangan untuk mengetahui timbulan sampah pada periode tertentu.

"Taman-taman hijau juga akan dibuat di TPA. Supaya TPA juga tampak hijau menyegarkan dan bisa juga untuk rekreasi keluarga warga di Ponorogo," jelas dia.

Cara lain yang akan diterapkan yaitu selama 2019 ini area sebelah timur yang selama ini menjadi lokasi tumpukan sampah untuk sementara dihentikan dahulu. Bagian barat saja yang akan dipakai menumpuk sampah. Sampah yang ada diuruk semua.