2018, Tujuh Anak Balita Kota Madiun Alami Gizi Buruk

Petugas menimbang berat badan anak di posyandu, Rabu (10/10 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
04 Maret 2019 20:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, berupaya mewujudkan predikat zero malagizi di wilayah setempat demi mencetak generasi muda berkualitas.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Madiun Agung Sulistya Wardani mengatakan permasalahan gizi buruk di wilayahnya masih terjadi, namun jumlahnya sangat kecil.

"Meski kasusnya kecil, kami tetap berupaya maksimal untuk mendapatkan predikat zero malagizi," kata Wardani, di Madiun, Senin (4/3/2019).

Dinkes dan KB Kota Madiun mencatat selama tahun 2018 ditemukan tujuh kasus anak balita mengalami gizi buruk. Jumlah tersebut jika dipersentase angkanya mencapai 0,04 persen dari sebanyak 112.117 jumlah anak balita yang terdata di Kota Madiun.

Adapun, anak yang kurang gizi dapat dilihat dari tanda-tandanya. Di antaranya mengalami kegagalan dalam pertumbuhan. Hal itu dapat dilihat dari berat badan, tinggi badan, atau keduanya yang tidak sesuai dengan umurnya. Sehingga, biasanya anak kurang gizi mempunyai tubuh yang kurus, pendek, atau mengalami keduanya.

Ciri-ciri lainnya adalah anak sangat mudah untuk marah, terlihat lesu, dan menangis berlebihan. Anak juga mengalami kecemasan dan kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, kulit dan rambut anak kering, bahkan rambut anak rontok.

Guna menekan kasus gizi buruk dan mewujudkan zero malagizi, Dinkes Kota Madiun terus melakukan beberapa upaya preventif. Di antaranya melakukan pemantauan terhadap ibu hamil selama masa kehamilan.

"Mulai hamil sudah ditangani. Jika ada temuan ibu hamil yang kurang gizi, maka ada pemberian makanan tambahan (PMT) sampai masa nifas. Selain itu, mendidik orang tua melalui penyuluhan, dilakukan juga pemberian makanan pada bayi," kata dia.

Pihaknya juga memantau kegiatan penimbangan bayi di posyandu. Sedangkan untuk usia sekolah, secara berkala dilakukan pengecekan kesehatan melalui unit kesehatan sekolah setiap enam bulan sekali.

Wardani meminta para orang tua untuk memperhatikan asupan gizi yang diberikan kepada anak, terlebih anak usia balita. Penuhi makanan dengan gizi seimbang yang terdiri dari empat kelompok makanan utama, yaitu buah-buahan, sayuran, karbohidrat, dan protein.

Untuk, makanan sumber karbohidrat di antaranya adalah nasi, kentang, roti, pasta, dan sereal. Makanan protein, yaitu daging, telur, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan produknya. Lalu susu serta produk susu seperti keju dan yoghurt juga bisa diberikan. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Antara