3 WNA di Kota Madiun Masuk DPT Pemilu 2019

Ilustrasi e/KTP (Solopos/Dok.)
04 Maret 2019 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 35 warga negara asing (WNA) terdata tinggal dan memiliki kartu identitas di Kota Madiun, Jawa Timur. Dari 35 WNA tersebut, tiga WNA di antaranya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2019.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, mengatakan pihaknya telah mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun untuk menanyakan terkait keberadaan WNA di Kota Pecel.

Data di Dispendukcapil menunjukkan ada 35 WNA tercatat di Kota Madiun. Dari 35 WNA tersebut, kata Kokok, sebanyak 27 WNA telah memiliki e-KTP. Sedangkan WNA lainnya masih menggunakan KTP lama sebagai identitas.

"Kan memang sesuai UU diperbolehkan. WNA kalau sudah lima tahun berturut-turut tinggal di Indonesia bisa mengajukan e-KTP. Tapi ini hanya sebagai data kependudukan maupun untuk kepentingan perbankan. Yang jelas WNA tidak bisa dipilih dan memilih dalam proses Pemilu," ujar dia, Senin (4/3/2019).

Kokok menuturkan dari data tersebut kemudian disandingkan dengan data daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2019. Ternyata ada tiga WNA yang masuk dalam DPT. Ketiga WNA itu terdata di tiga TPS yaitu Tawang, Pilangbango, dan Pandean.

Atas temuan itu, pihaknya kemudian memberikan rekomendasi kepada KPU Kota Madiun untuk menandai tiga WNA yang masuk dalam DPT. Selain itu, KPU dipastikan untuk tidak memberikan formulir C6 kepada tiga WNA tersebut.

"Supaya tidak terjadi polemik. Jadi kami minta untuk ditandai. Karena kalau dicoret kan sudah tidak bisa, sudah masuk DPT. Kami meminta KPU bisa memastikan mereka tidak datang ke TPS," ujar Kokok.

Dia menyampaikan awal mula adanya WNA masuk DPT dimungkinkan ada kesalahan saat proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan petugas. Karena sebelumnya dalam DP4, seluruh WNA itu memang tidak masuk dalam daftar.

Data dari Dispendukcapil menunjukkan WNA tersebut berasal dari China, Timur Tengah, Malysia, dan Inggris. Sebagian besar dari mereka pekerja dan sedang menempuh pendidikan. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya