Pembangunan Gedung Trauma Center RSUD dr. Soedono Madiun Terhambat Biaya

Gedung Trauma Center RSUD dr. Soedono Kota Madiun. (Abdul Jalil/Madiunpos.com)
01 Maret 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pembangunan Trauma Center di RSUD dr. Soedono Kota Madiun terkendala masalah biaya. Saat ini pihak rumah sakit baru bisa menyelesaikan satu lantai di lantai dasar.

Gedung Trauma Center yang berada tepat di sisi kanan gedung RSUD dr. Soedono akan dibangun delapan lantai. Gedung tersebut sudah terlihat menjulang tinggi karena kerangka bangunan sudah terlebih dahulu dibangun.

Direktur RSUD dr. Soedono Madiun, dr. Bangun Trapsila Purwaka, mengatakan RSUD dr. Soedono akan membangun gedung delapan lantai yang akan diberi nama Trauma Center. Saat ini, bangunan yang sudah jadi hanya di lantai I. Nantinya lantai I dimanfaatkan untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang mampu menampung puluhan pasien.

Dia menuturkan pembangunan kerangka bangunan Taruma Center delapan lantai telah menghabiskan dana sekitar Rp60 miliar. Sedangkan pembangunan lantai I menghabiskan Rp15 miliar.

Namun, untuk pembangunan di lantai II dan seterusnya belum bisa digarap karena belum ada dana. "Kalau total kebutuhan anggaran Rp240 miliar. Untuk target selesainya pembangunan ini tergantung ketersediaan dana. Saat ini belum ada," ujar dia, Selasa (26/2/2019).

Bangun Trapsila menuturkan pihaknya berencana mengajukan pinjaman ke Bank Jatim senilai Rp60 miliar untuk pembangunan empat lantai. Ia berharap Pemprov Jatim bisa memberikan bantuan pendanaan untuk kelanjutan pembangunan gedung Trauma Center.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan pembiayaan pembangunan rumah sakit itu ada beberapa alternatif yaitu pembiayaan dari APBD/APBN dan public privat partnership (PPP) atau lembaga/orang investasi tapi bukan pinjaman.

"PPP itu sudah dimungkinkan dalam Perpres Nomor 65 tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha. Polanya tidak hanya pinjam. Tapi bisa kerja sama dengan bentuk lain," ujar dia seusai meninjau pembangunan gedung Trauma Center RSUD dr. Soedono, Selasa lalu.

Emil Dardak berpesan pada pengelola RSUD dr. Soedono untuk meningkatkan pelayanan menjadi semakin bagus. Sebab, RSUD dr. Soedono merupakan rumah sakit rujukan bagi masyarakat Madiun Raya. Wagub Jatim berharap pihak rumah sakit memangkas pelayanan berjenjang yang membuat rumit pasien. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya