64.000 Bidang Tanah di Lamongan Besertifikat, Begini Pesan Bupati Fadeli

Ilustrasi Sertifikat Tanah (Solopos - Whisnupaksa)
28 Februari 2019 16:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, LAMONGAN -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lamongan, Jawa Timur, mencatat kepemilikan sertifikat tanah di kabupaten setempat naik dari 26.000 bidang tanah di 15 desa tahun 2017 menjadi 64.000 bidang di 48 desa pada 2018.

Kemudian pada tahun 2019 ini kepemilikan sertifikat tanah di Lamongan ditargetkan bisa bertambah lagi 56.000 bidang.

"Dengan memiliki sertifikat tanah membuat status kepemilikan tanah menjadi jelas. Sehingga kemudian bisa digunakan sebagai modal usaha. Artinya bisa menjadi salah satu penggerak perekonomian," kata Kepala BPN Lamongan Martono di Lamongan, Rabu (27/2/2019).

Martono dijumpai dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat dan Gerakan Pemasangan Tanda Batas Tanah Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) mengatakan dengan adanya hak tanggungan atas tanah, maka bisa dijadikan sebagai jaminan saat mengajukan pinjaman ke bank.

Di Lamongan, kata dia, nilai hak tanggungan atas tanah tahun 2018 mencapai Rp2,4 triliun, atau naik dibanding tahun 2012 yang nilainya hanya Rp1,5 triliun.

"Dua bulan ini saja, Januari dan Februari 2019 nilai hak tanggungan atas tanah yang terdaftar di pertanahan sudah sebesar Rp952,925 miliar. Jadi dari program PTSL ini ada perekonomian yang bergulir," katanya.

Martono mengatakan bidang tanah di Lamongan diperkirakan ada 806.651, sementara bidang terdaftar sebanyak 242.919 atau sebesar 30, 11 persen.

"Percepatan kepemilikan sertifikat tanah terjadi melalui Program PTSL mendorong perekonomian daerah," ucapnya.

Bupati Lamongan, Fadeli, berharap penerima sertifikat bertindak bijak.

"Jangan terburu-buru untuk digadaikan, dipikir dulu dan lebih diprioritaskan untuk kegiatan produktif," ujarnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya  

Sumber : Antara