Beri Advice ke Pengusaha, Mendag Singgung Sayur Asem dan Satai

Mendag Enggartiasto Lukita menjadi pembicara dalam Bincang Bisnis-Optimisme Perdagangan & Ekonomi 2019 di Spazio Surabaya, Selasa (26/2 - 2019). (Bisnis/Peni Widarti)
28 Februari 2019 08:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Kalangan pengusaha di Tanah Air diimbau menjalankan bisnis tanpa rasa takut dan mau memproduksi barang sesuai dengan yang dibutuhkan pasar di Indonesia.

"Investasi itu dengan do your business. Saya minta lakukan apa yang dibutuhkan pasar dalam negeri karena produk kita ini tidak kalah dengan asing, dan pasar kita di sini sendiri sangat besar," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menjadi pembicara dalam Bincang Bisnis-Optimisme Perdagangan & Ekonomi 2019 di Spazio Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Dia mengatakan jika punya inovasi produk frozen misalnya seperti sayur asem, satai, dan lainnya, pelaku usaha diminta segera mengurus izin-izin seperti BPOM dan label Halal agar produk-produk tersebut dapat cepat diserap pasar melalui minimarket dan supermarket.

"Saya akan koordinasi dengan kepala-kepala dinas agar dilakukan percepatan izin karena saya melihat banyak produk-produk makanan di Jatim yang packagingnya sudah bagus-bagus, dan supaya bisa segera masuk ke ritel," katanya.

Dia mengatakan pemerintah ke depan memiliki roadmap untuk mendorong industri barang modal dan bahan baku agar manufaktur bisa meningkat lagi. 

"Kalau manufaktur yang didorong untuk kepentingan konsumsi domestik dan ekspor maka ketergantungan impor bisa ditekan. Itu makanya kita ada kebijakan prosentase TKDN yang harus dipatuhi," katanya.

Enggar menambahkan saat ini yang akan menjadi kekuatan baru Indonesia adalah e-commerce. Sebanyak 65 juta penduduk Indonesia diprediksi melakukan pembelian secara online pada 2020. Hal ini sejalan dengan perkiraan 26 juta lapangan pekerjaan tersedia dari sektor UMKM dan e-commerce.

"Pada 2020, nilai e-commerce di dunia diprediksi mencapai US$2,6 triliun dan di Indonesia diprediksi mencapai US$55 miliar," kata Mendag.

Namun, lanjutnya, saat ini memang 55% transaksi e-commerce masih berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya  

Sumber : Bisnis.com