Wagub Emil Dardak Temukan Ini Saat Meninjau RSUD dr. Soedono Madiun

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengunjungi pasien yang dirawat di RSUD dr. Soedono Kota Madiun, Selasa (26/2 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
26 Februari 2019 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, blusukan di RSUD dr. Soedono di Kota Madiun, Selasa (26/2/2019) siang. Emil Dardak memeriksa pelayanan di rumah sakit rujukan tersebut.

Emil Dardak datang bersama sejumlah pejabat di wilayah Madiun Raya. Ia kemudian melihat-lihat proyek pembangunan delapan lantai di rumah sakit tersebut yang saat ini masih proses pembangunan.

Mantan Bupati Trenggalek itu kemudian mendatangi ruang pelayanan dan mendatangi para warga yang sedang mengantre. Beberapa ruang perawatan juga ditinjau wagub yang baru dilantik beberapa waktu lalu itu.

Sejumlah warga yang sedang menjenguk keluarga mereka pun terlihat antusias untuk ikut berfoto selfie dengan suami artis Arumi Bachin itu.

Kepada wartawan, Emil Dardak menyampaikan dirinya meninjau bangunan RSUD dr. Soedono dan sistem pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut. Ia menilai secara umum pelayanan di rumah sakit ini sudah baik.

Namun, dari hasil temuannya ada kerusakan di bagian flush atau tombol sistem sanitasi pada kloset duduk di ruang kelas I. Emil Dardak meminta pihak rumah sakit untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

"Kami cek ke kamar mandi ruang pasien. Saya cek di kamar mandi sudah ada fasilitas untuk penyandang difabel. Tapi itu, flushnya kloset sudah mati. Itu saja. Tapi sudah ada gayung sebagai alternatif untuk pembersihan," ujar dia.

Emil Dardak menyampaikan sewaktu masih menjabat sebagai Bupati Trenggalek sudah punya pengalaman meninjau puskesmas dan rumah sakit. Biasanya, yang rawan di ruang rawat inap yaitu bagian wastafel.

Wastafel ruang rawan inap biasanya kotor karena digunakan untuk mencuci piring kotor. Tapi saat melihat kondisi wastafel di ruang rawat inap RSUD dr. Soedono kondisinya justru bersih dan steril.

Selain fasilitas tersebut, ia juga melihat tidak ada antrean panjang untuk menunggu di ruang rawat inap. Apalagi saat ini telah menggunakan sistem online, meskipun sistem online ini baru diterapkan untuk pasien lama.

"Tadi saya juga ke poli umum. Ada dokter spesialis yang langsung handle pasien di ruang yang sama. Tadi saya tanya kepada perawat, pulangnya jam berapa. Jam empat. Saya tanya lagi, kalau masih ada pasien? Akan dipindah ke IGD. Tapi kalau sudah menunggu di poli akan diselesaikan dulu," ujar Emil Dardak. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya