Ingin Nikmati Durian Suluk Madiun nan Legit? Datang Saja ke Tempat Ini

Tumpukan durian Suluk yang dijual di rumah durian Pak Parmin di Desa Suluk, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Kamis (21/2 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
23 Februari 2019 17:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Musim durian di Kabupaten Madiun hingga kini masih berlangsung. Ada beberapa wilayah penghasil durian di Madiun seperti di Kecamatan Dagangan dengan durian segulung dan di Kecamatan Dolopo ada durian khas bernama suluk.

Kali ini, Madiunpos.com mencoba menikmati buah durian suluk di Kecamatan Dolopo atau di arah menuju tempat wisata Watu Rumpuk dan Telaga Ngebel Ponorogo. Di sepanjang jalan Desa Suluk, Anda akan menjumpai pohon durian menjulang tinggi di kanan dan kiri jalan. Anda juga akan melihat penjual durian di pinggir jalan.

Salah satu tempat untuk menikmati durian suluk yang recommended dan tersohor ada di rumah durian Pak Parmin. Rumah durian Pak Parmin ada di Desa Suluk atau di Jalan Raya Dolopo-Ngebel.

Karena rumah durian itu bentuknya rumah tinggal, tidak terlihat plang atau baliho nama sebagai petunjuk. Namun, saat Anda bertanya rumah Pak Parmin durian, orang pasti menunjukkan rumah tersebut secara tepat.

Saat Madiunpos.com datang di rumah durian Pak Parmin, Kamis (21/2/2019) siang, ada rombongan terdiri dari sembilan orang yang sedang menikmati buah durian. Mereka terlihat menikmati legitnya raja buah khas Desa Suluk.

Ratusan butir buah durian dengan beragam ukuran pun bertebaran di samping rumah Pak Parmin. Pengunjung bisa memilih durian sesuka hati sesuai keinginan dan budget. Harga yang ditawarkan mulai Rp25.000 per butir sampai Rp70.000 per butir tergantung besar kecil ukuran durian.

"Ini baru turun dari pohon Mas. Ini lagi dibersihkan karena kotor ada tanahnya," kata istri Pak Parmin, Ita Kurniawati.

Ita menuturkan pengunjung bisa menikmati durian ini di tempat maupun dibawa pulang. Ia pun menjamin durian yang dijual pasti manis dan legit. Kalau tidak manis, pengunjung boleh menggantinya tanpa uang tambahan.

Dengan beberapa gerakan dan mencium aroma durian yang belum dibuka, Ita menyarankan untuk mencoba durian yang dipilihnya. Ternyata benar, dua butir durian tersebut memiliki rasa manis dan legit. Isi buahnya kecil-kecil tapi dagingnya tebal. Warna dagingnya pun seperti mentega dengan rasa manis bercampur pahit.

Dia menceritakan rumah durian Pak Parmin sudah ada sejak tahun 1987. Pak Parmin dikenal sebagai penjual durian dari mulut ke mulut, hingga saat ini pelanggannya cukup banyak dan rumahnya jadi jujukan pecinta durian lokal Madiun.

Durian yang dijual, kata wanita 36 tahun itu, merupakan durian hasil kebunnya sendiri dan sebagian merupakan hasil kebun tetangganya. Durian yang dijualnya pun dipilih, sehingga ia mengklaim kualitas duriannya bisa dipercaya.

Pada musim durian tahun ini diperkirakan mulai bulan Januari hingga April 2019. Setelah bulan April, sudah tidak ada buah durian. Itu artinya, ia tidak lagi berjualan durian.

"Kami hanya berjualan durian pada saat musim saja. Kalau tidak, kami enggak jualan," ujar dia.

Dia mengatakan dalam sehari pada hari Selasa sampai Minggu biasanya 1.000 butir durian terjual. Namun, pada hari Senin biasanya hanya 200 butir terjual.

Penikmat durian suluk dari beragam kalangan dan daerah. Ada yang dari Ponorogo, Madiun, Kediri, Blora, Cepu, Ngawi, hingga Solo. Sejumlah pejabat daerah juga kerap singgah di rumahnya saat musim durian tiba. Dia menyebut Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan Bupati Madiun Ahmad Dawami kerap datang untuk menikmati durian suluk.

"Ada juga beberapa perusahaan yang sudah mempercayakan kebutuhan buah durian untuk kegiatan kepasa kami. Kemarin ada perusahaan swasta di Madiun yang memesan 100 butir untuk acara mereka," ujar Ita.

Penikmat durian Suluk asal Kota Madiun, Hendro, mengatakan sudah beberapa tahun dirinya menjadi langganan durian di rumah durian Pak Parmin. Menurutnya, durian yang dijual Pak Parmin ini jaminan dan rasanya tidak pernah mengecewakan.

"Saya kalau mau durian pasti ke sini. Saya minta penjualnya untuk memilihkan. Jaminan rasanya tidak pernah bohong. Untuk harga lebih murah dibandingkan yang dijual di pinggir jalan," kata dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya