Aksi Penerbang Bertahan Hidup di Telaga Ngebel Ponorogo Jadi Tontonan

Para peserta latihan survival dasar menggunakan perahu karet di Telaga Ngebel Ponorogo yang diibaratkan sebagai lautan lepas, Kamis (21/2 - 2019). (Madiupos.com/Abdul Jalil)
21 Februari 2019 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Sebanyak 43 penerbang pesawat tempur TNI AU Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi melaksanakan latihan survival dasar di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Kamis (21/2/2019). Para penerbang tempur dilatih cara bertahan di hutan dan lautan.

Mereka pagi-pagi buta sudah mulai latihan dengan menyusuri hutan di kaki Gunung Wilis di kawasan Ngebel. Setelah itu, mereka juga dilatih untuk bertahan hidup saat berada di laut, dalam hal ini Telaga Ngebel yang diibaratkan sebagai lautan lepas.

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, mengatakan ada 43 prajurit TNI AU yang terdiri dari penerbang tempur dan teknisi melaksanakan latihan survival dasar. Seluruh peserta dilatih untuk mampu hidup di alam liar baik di hutan maupun di laut.

Dalam kondisi perang atau menjalankan misi, para prajurit khususnya penerbang tempur wajib bisa bertahan hidup di dalam kondisi alam seperti apa pun.

Satriyo menyampaikan prajurit yang berada di alam liar maupun wilayah musuh harus bisa menjaga empat prinsip yang dinamakam SERE. Prajurit harus bisa survival atau bertahan hidup, evasion atau menghindari bahaya, resistance atau perlawanan, dan escape atau melarikan diri.

"Kegiatan ini merupakan simulasi pada saat dalam keadaan peperangan sesungguhnya. Para penerbang ini bisa menghindar dari bahaya dan bertahan hidup di hutan hingga menunggu pertolongan," ujar dia kepada wartawan.

Para prajurit dilatih untuk mendirikan tenda dengan beragam teknik, pengenalan parasut, kompas, dan bagaimana bertahan hidup di hutan dengan memanfaatkan lingkungan.

"Ini pertama kalinya kami latihan di Ngebel. Biasanya kami latihan di Telaga Sarangan di Magetan. Dan Alhamdulillah semuanya lancar," ujar dia.

Aksi latihan para penerbang tempur ini pun mendapatkan perhatian dari pengunjung tempat wisata itu. Ratusan orang melihat dari pinggir telaga. Aksi penyelamatan yang juga melibatkan satu helikopter tersebut pun juga diabadikan sebagian pengunjung menggunakan smartphone mereka.

Seorang warga, Erna, mengatakan baru kali ini melihat aksi penyelamatan diri para penerbang saat terancam keselamatannya. Ia menuturkan para penerbang harus bekerja keras dan cerdas untuk mengelabuhi musuh supaya bisa selamat.

"Aksi mereka menarik, menghibur. Jadi kita juga bisa tahu bagaimana para prajurit dalam menyelamatkan diri dari serangan musuh," kata warga Ponorogo tersebut. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya