Angka Bebas Jentik di Kabupaten Madiun Rendah Gara-Gara Ini

Petugas juru pemantau jentik (jumantik) mengecek perkembangan jentik di bak mandi. (Istimewa/Dinkes Wonogiri)
20 Februari 2019 20:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Angka bebas jentik (ABJ) di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, masih rendah sehingga dinilai rawan penyebaran penyakit demam berdarah (DB) terlebih saat musim hujan berlangsung.

"ABJ kita masih rendah. Yakni baru mencapai 40 persen," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo, kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Menurut dia, rendahnya persentase itu jelas sangat mengkhawatirkan. Sebab, untuk mencapai predikat baik, ABJ tidak boleh kurang dari 95 persen.

Agung Tri Widodo menjelaskan supervisi yang telah dilakukan tim Dinkes Kabupaten Madiun didapati pemberantasan sarang nyamuk (PSN) belum berjalan optimal. Hal itu merata di 206 desa/kelurahan di 15 kecamatan di wilayah setempat. 

"Untuk itu, kami akan lebih gencarkan lagi sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk guna mencegah sebaran penyakit demam berdarah," kata dia.

Dia meminta warga Kabupaten Madiun rajin melakukan PSN dengan 3M plus paling tidak sepekan sekali. Baik di rumah maupun lingkungan rumah. Warga diminta meminimalkan adanya genangan dengan sampah dan barang bekas yang tak terpakai.

Dinkes juga intens melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah titik rawan dan daerah-daerah yang telah terdapat kasus positif demam berdarah.

"Sejak Januari 2019, sesuai data Dinkes telah melakukan fogging di 40 titik wilayah Kabupaten Madiun," katanya.

Dinkes Kabupaten Madiun mencatat sebaran demam berdarah di wilayah setempat pada tahun 2017 mencapai 78 kasus dengan satu penderita meninggal. Pada tahun 2018, jumlah kasusnya bertambah menjadi 124 kasus dengan satu penderita meninggal.

Sedangkan, untuk tahun 2019, hingga pertengahan Februari, jumlah kasus DB sudah mencapai 99 kasus dengan dua penderita di antaranya meninggal. Kasus-kasus tersebut tersebar hampir merata di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun dengan penderita terbanyak di Kecamatan Pilangkenceng.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara