Arumi Bachsin Hadiri Pelantikan Jadi Ketua TP PKK Jatim Usai Keguguran

Ketua Tim Pengerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin. (Bisnis/Peni Widarti)
19 Februari 2019 15:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Artis Arumi Bachsin yang kini menjabat Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Timur menyatakan akan mendorong setiap upaya tim penggerak PKK di seluruh kota/kabupaten di Jatim dalam menyelesaikan masalah kesejahteraan keluarga, terutama stunting atau gizi buruk.

“Di setiap kabupaten dan kota itu punya tantangan dan prioritas program masing-masing, mungkin PKK provinsi akan fokus dalam hal itu, dan 10 program pokok PKK tetap ada tapi tidak boleh melupakan tantangan masing-masing daerah maka seyogyanya provinsi akan mensupport,” kata Arumi Bachsin seusai dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Jatim menggantikan Nina Soekarwo di Gedung Grahadi, Selasa (19/2/2019).

Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak itu mengatakan selama menjadi Ketua PKK Trenggalek, dirinya sudah banyak belajar terutama organisasi PKK dan program-program pokok yang sudah menjadi visi misi PKK di provinsi. Namun, menurutnya banyak perbedaan yang harus dipelajari ketika masuk dan menjadi Ketua PKK Jatim.

Arumi menjelaskan setelah mempelajari dinamika PKK di provinsi beda sekali dengan di Trenggalek. Sebab, ungkap dia, di Trenggalek hanya ada 14 kecamatan dan programnya mengikuti visi provinsi, sedangkan di provinsi ada 38 kabupaten/kota dengan kultur berbeda.

Lebih lanjut, Arumi Bachsin menambahkan dalam menjalankan tugas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, dirinya juga akan fokus menangani masalah stunting atau gizi buruk seperti yang diminta oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Stunting bukan hanya masalah kurang gizi saja, tapi juga gaya hidup yang dijalani calon ibu harus mendukung kesiapan bayi dari tahun-tahun sebelumnya. Maka dalam menangani masalah stunting ini PKK akan menyasar remaja-remaja putri yang nantinya akan melahirkan para penerus bangsa,” imbuhnya.

Arumi Bachsin tetap menghadiri pelantikan kendati pada Senin (18/2/2019) malam, dirinya menjalani kuretase karena sempat terjadi pendarahan pada kandungannya.

"Iya, sempat pendarahan, kemudian dicek dan harus dikuret," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ditemui di sela menjenguk Arumi Bachsin di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari Surabaya, Senin malam.

Setelah bertemu Arumi, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut optimistis pelantikan ketua TP PKK tetap digelar sesuai jadwal yakni Selasa ini, namun Arumi Bachsin harus didampingi tim dokter sebagai bentuk antisipasi.

"Saya sampaikan ke dokter, saya takut kalau orang sedang salaman terus foto selfie-selfie, nanti khawatir lupa terhadap kesehatannya," kata eks Menteri Sosial tersebut dilansir Antara.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya