Pemeriksaan ASN Madiun Diduga Kampanyekan Capres Rampung, Ini Langkah Bawaslu

ASN berinisial HA (membelakangi kamera) diperiksa Bawaslu Kabupaten Madiun terkait kasus dugaan netralitas ASN di kantor Bawaslu Kabupaten Madiun, Jumat (8/2 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
19 Februari 2019 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Madiun akan segera menggelar rapat pleno terkait kasus dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) yang dilakukan pegawai Kementerian Agama Kabupaten Madiun berinsial HA.

Nantinya hasil pleno ini akan diserahkan ke Komite ASN. Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun, Nur Anwar, mengatakan pihaknya telah memanggil sejumlah saksi dan ASN yang diduga melanggar aturan netralitas ASN berinisial HA.

Selain itu, pihaknya juga telah meminta keterangan Kepala Kemenag Kabupaten Madiun yang diwakili Kepala TU Kemenag Madiun.

"Kami meminta keterangan kepada Kepala TU Kemenag. ASN berinisial HA memang pegawai di Kemenag Kabupaten Madiun itu disertai SK. Kami juga tanya soal bagaimana sosialisasi peraturan tentang netralitas ASN di Pemilu. Ternyata memang sudah pernah disosialisasikan," kata dia, Selasa (19/2/2019).

Anwar menuturkan seluruh keterangan yang dibutuhkan sudah ada. Pihaknya akan segera melakukan pengkajian hukum terkait tindakan ASN yang diduga melanggar netralitas ASN tersebut.

Diperkirakan pekan ini pleno terhadap kasus yang menjerat ASN Kemenag Madiun tersebut akan dilakukan. Hasil pleno kasus ini kemudian akan diserahkan ke Komite ASN untuk memberikan sanksi terhadap HA.

Diberitakan sebelumnya, HA diperiksa komisioner Bawaslu, Jumat (8/2/2019). ASN tersebut diperiksa karena dugaan pelanggaran netralitas ASN karena mendukung salah satu pasangan calon.

ASN Kemenag Kabupaten Madiun itu dilaporkan seseorang setelah beberapa kali mengunggah foto, video, dan meme paslon capres dan cawapres 02 Prabowo-Sandiaga Uno di grup WhatsApp. Selain itu, HA juga membubuhi unggahan itu dengan kata-kata dukungan kepada paslon 02.

Dalam pemeriksaan itu, HA mengaku mengunggah video dan gambar Prabowo-Sandiaga Uno di grup WA sebagai respons terhadap pilihan politik anggota grup yang tidak sama dengannya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya