7.000 Kasus Pidana di Jatim Belum Kelar, DPR Minta Ini

Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan. (tribratanewspoldajatim.com)
19 Februari 2019 04:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan belum selesainya sebanyak 7.000 kasus pidana di tangan aparat hukum di Provinsi Jawa Timur, dan meminta masalah tersebut ditangani secara cermat.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J. Mahesa saat kunjungan kerja di Polda Jawa Timur, di Surabaya, Senin 918/2/2019), mengatakan 7.000 kasus pidana yang belum selesai itu saat ini ada di kepolisian dan kejaksaan di Jatim.

"Ini nanti semua masuk lapas [lembaga pemasyarakatan] atau tidak? Kalau masuk setidaknya ada 7.000 orang masuk lapas dengan kondisi saat ini yang overkapasitas," kata politikus Partai Gerindra itu.

Menurut Desmond, jika semuanya masuk penjara, harus disiapkan anggaran baik dari segi kelayakan lapas maupun biaya makan minum selama di tahanan.

DPR memberi rekomendasi seperti rehabilitasi dan lainnya. DPR juga meminta baik kepolisian dan kejaksaan agar lebih cermat dalam memutuskan masalah tersebut. Desmond menilai overkapasitas di tahanan merupakan masalah luar biasa.

Pada tahun 2017 Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) meminta kebijakan Komisi III di bidang anggaran dan salah satu utang yang harus dibayar kementerian adalah Rp4,3 triliun. "Tentunya ini sudah ada berapa banyak utang-utang Kemenkumham di bidang urusan makan minum lapas ini," ujarnya.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan pihaknya mendapat banyak masukan dari kunjungan yang dilakukan Komisi III DPR RI.

Dia menilai selama ini Komisi III telah memberikan perhatian penuh kepada Polri terutama terkait masalah anggaran.

"Komisi III betul-betul perhatian bagaimana dinamika perkembangan saat ini contohnya masalah dunia digital. Komisi III memberikan dukungan anggaran yang sangat dibutuhkan," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara