Resahkan Warga, 4 Kera Ekor Panjang di Madiun Diserahkan ke BKSDA

Petugas BKSDA Wilayah Madiun mengevakuasi satu kera milik warga Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, yang dianggap meresahkan masyarakat, Kamis (14/2 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Februari 2019 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Empat kera ekor panjang milik warga Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dievakuasi petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Madiun, Kamis (14/2/2019). Empat kera ekor panjang itu dinilai meresahkan masyarakat setempat.

Empat kera ekor panjang itu milik perangkat desa Desa Rejosari, Sri Lestari. Kera ekor panjang tersebut sempat menggergerkan masyarakat desa setempat saat kabur dari kandang. Bahkan sang pemilik harus menahan sakit setelah digigit di bagian tangannya oleh salah satu kera tersebut.

Kepala Resort 05 Madiun BKSDA Wilayah Madiun, Suparni, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait keberadaan kera ekor panjang yang meresahkan masyarakat. Atas laporan itu, pihaknya kemudian mendatangi lokasi dan langsung mengevakuasi kera pada Selasa (12/2/2019).

"Ini keranya ada empat ekor. Sepasang kera jantan dan induk. Kemudian dua lagi anaknya. Saat itu dua ekor kera jantan dan satu anaknya lepas dari kandang. Dan dua kera lainnya yaitu yang betina dan satu ekor anaknya masih di kandang," kata dia kepada wartawan di lokasi evakuasi kera ekor panjang di Desa Rejosari, Kamis (14/2/2019).

Selanjutnya tiga ekor kera yaitu satu induk dan dua ekor anak kera itu berhasil ditangkap dan dievakuasi. Sedangkan satu ekor kera yang paling besar belum bisa dievakuasi karena petugas kesulitan menangkapnya.

"Kemarin proses penangkapan sampai pukul 17.00 WIB. Itu karena lari ke sana lari ke sini. Sulit menangkapnya," ujar dia.

Setelah kembali di kandangnya, petugas kemudian mengevakuasi kera jantan tersebut. Proses pemindahan dari kandang permanen ke kandang portable juga membutuhkan waktu cukup lama. Petugas harus ektra sabar menunggu kera tersebut masuk ke kandang yang telah disiapkan.

Suparni menuturkan empat ekor kera itu nantinya akan dikirim ke BBKSDA Jawa Timur untuk dikarantina, sebelum nantinya akan dilepaskan.

Dia menegaskan kera ekor panjang ini bukan termasuk hewan dilindungi sehingga warga boleh memeliharanya. Empat kera ini dievakuasi karena dianggap meresahkan dan membahayakan masyarakat. Selain itu, pemilik juga telah menyerahkannya kepada petugas BKSDA.

"Kera-kera ini juga menakut-nakuti anak-anak yang ada di desa itu. Apalagi pemiliknya juga digigit kemarin," ujarnya.

Selain dikembalikan ke habitatnya yaitu di wilayah hutan Ngawi, rencananya juga ditawarkan ke sejumlah lembaga konservasi seperti di Umbul Madiun maupun Banyu Biru Magetan.

"Dua lembaga konservasi Umbul dan Banyu Biru sudah menolak. Karena kera ekor panjang di dua lembaga itu sudah banyak," katanya.

Pemilik empat ekor kera itu, Sri Lestari, mengatakan dirinya menyerahkan empat ekor kera kesayangannya itu karena sudah tidak sanggup merawatnya. Apalagi, beberapa hari lalu saat keluar kandang dan kera itu menakut-nakuti anak-anak.

"Saya sudah ikhlas. Kemarin tangan saya digigit sama yang jantan. Karena saya menggendong anaknya yang sakit. Jadi mungkin lebih baik saya serahkan ke BKSDA," kata dia.

Sri mengaku telah merawat kera-kera tersebut sejak sepuluh tahun lalu dari mulai jantan dan indukannya masih kecil. Saat itu ia membeli dari seseorang sepasang kera ekor panjang dengan harga Rp550.000.

Kemudian, ia merawatnya dengan membuatkan kandang di depan rumah. Setelah dirawat bertahun-tahun, akhirnya pasangan kera itu melahirkan dua anak.

"Saya sebenarnya sayang sama mereka. Saya setiap membelikan buah-buahan kepada kera ini. Saya setiap bulan habis Rp300.000 untuk makanan kera ini," ujar dia.

Meski masih sayang kepada empat kera tersebut, ia mengaku telah mengikhlaskannya saat dibawa petugas BKSDA. Apalagi memang saat keluar kandang, kera-kera ini bisa sangat beringas dan membahayakan warga. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya