Ngeri, Ibu di Ponorogo Meninggal Bersimbah Darah Diduga Bunuh Diri Pakai Gerinda

Petugas kepolisian membawa jenazah Ismijati ke RSUD dr. Harjono Ponorogo, Kamis (14/2 - 2019). (Istimewa/Polres Ponorogo)
14 Februari 2019 17:40 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Seorang ibu rumah tangga bernama Ismijati, 46, meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di rumahnya di Jl. M.T. Haryono No. 122, Kelurahan Jingglong, Ponorogo, Kamis (14/2/2019) pagi. Tragisnya, Ismijati diduga memotong lehernya dengan alat pemotong gerinda.

Kali pertama yang menemukan kondisi Ismijati dalam kondisi tidak bernyawa yaitu anaknya, Pendi Hidiyanto. Pendi melihat ibunya sudah dalam kondisi bersimbah darah dan tidak bernyawa di kamarnya.

Kapolsek Ponorogo, AKP Lilik Sulastri, mengatakan sebelum ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, Ismijati sempat membangunkan anak keduanya, Pendi Hidiyanto, Kamis sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Pendi ditanyai perihal kegiatan study tour di sekolahannya.

"Saat ditanya ikut study tour atau tidak. Anaknya itu bilang tidak. Dan kemudian Pendi tidur lagi," kata Lilik.

Seusai membangunkan anaknya, Ismijati kemudian mandi dan kembali ke kamar tidur. Sekitar pukul 07.00 WIB, Pendi kemudian bangun tidur dan mendengar suara seperti kipas angin.

Lantaran curiga suara bising tersebut bersumber dari kamar ibunya, kata Lilik, Pendi kemudian keluar kamar dan melihat ke kamar orang tuanya. Pendi pun kaget karena dari luar kamar sudah ada darah yang mengalir dari dalam.

"Saat melihat itu, Pendi pun memanggil kakaknya Ryan Hidayat. Saat itu terdengar suara mesin potong keramik," kata Lilik.

Mereka kemudian membuka paksa pintu kamar ibunya itu karena dikunci dari dalam. Setelah dibuka, mereka pun mengetahui bahwa ibunya sudah terkapar dengan berlumuran darah.

"Saksi kemudian menghubungi petugas kelurahan dan disampaikan ke aparat kepolisian. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan anak-anak korban, tambah dia, kedua orang tua mereka memang sering cekcok persoalan keluarga. Suami Ismijati yaitu Edy Purwanto saat ini tidak ada di rumah dan para saksi tidak mengetahui keberadaannya.

"Ismijati ini kerap cekcok dengan suaminya. Dugaannya karena frustrasi itu, Ismijati kemudian melakukan tindak bunuh diri dengan menggunakan alat gerinda," kata dia.

Berdasarkan pemeriksaan, ibu rumah tangga tersebut mengalami luka di bagian leher karena terkena alat pemotong keramik atau gerinda.

"Hasil visum korban sementara menunggu dilakukan autopsi dari RS Bhayangkara Kediri," kata Lilik.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya