Pasien di RSUD Tulungagung Membeludak Akibat DBD

ilustrasi demam berdarah. (Solopos/Dok)
14 Februari 2019 04:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Puluhan tempat tidur cadangan disiapkan demi melayani terus bertambahnya pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ishak Tulungagung, Jawa Timur. Pasien di RSUD dr. Ishak membeludak sebagai dampak tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak dua bulan terakhir.

"Kami mengalami over-capasity juga, dan itu bisa terlihat dari situasi di UGD yang lumayan meluber. Banyak sekali pasien yang antre untuk mendapat kamar," kata anggota staf bagian informasi dan pemasaran RSUD dr. Iskak Tulungagung Mochammad Rifai di Tulungagung, Selasa (12/2/2019).

Awal Februari ini menurut Rifai, jumlah pasien DBD yang masuk RSUD cenderung menurun. Namun beberapa ruang perawatan, khususnya bangsal perawatan anak dan dewasa mengalami overkapasitas.

Pihak rumah sakit akhirnya mengeluarkan puluhan bed perawatan cadangan. "Memang ini [bed cadangan] berdampak pada kenyamanan. Namun bagaimana lagi, tempat tidur yang reguler penuh," katanya.

Kendati tempat tidur cadangan dikeluarkan untuk melayani pasien rawat inap, Rifai menegaskan standar protokoler pelayanan berlaku sama seperti pasien di kamar reguler.

Terapi medis dan kualitas layanan diperhatikan dengan standar sama. Hanya tempat tidur yang karena darurat, sehingga terasa sedikit sempit dan berdesak-desakan dengan yang lain. "Pelayanan tetap kami berlakukan dengan baik," katanya.

Rifai menegaskan berapapun pasien yang masuk dan membutuhkan perawatan inap, RSUD dr. Ishak Tulungagung tetap akan menerimanya meski konsekuensinya harus menggunakan tempat tidur tempat tidur cadangan.

Sebagaimana data resmi di bagian humas RSUD dr. Iskak, saat ini jumlah pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit rujukan provinsi Jatim itu mencapai 455 orang. Sedangkan kapasitas tampung rumah sakit sebenarnya secara keseluruhan sebanyak 468 pasien.

Secara angka jumlah pasien dibanding kapasitas masih lebih kecil. Namun nyatanya, beberapa ruang yang menjadi konsentrasi perawatan pasien DB dan penyakit non-infeksi mengalami kelebihan kapasitas. Akibatnya, pihak RSUD terpaksa mengeluarkan kasus-kasus cadangan.

"Karena kami rumah sakit pemerintah dan tidak boleh menolak pasien, berapapun pasien yang hendak masuk tetap kami terima. Termasuk jika harus memberlakukan kebijakan penyediaan tempat tidur cadangan untuk perawatan pasien," kata staf informasi dan pemasaran RSUD dr Iskak Tulungagung Mochammad Rifai. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya)

Sumber : Antara