Harga Gula di Bojonegoro Terus Naik Capai Rp15.000/Kg

Ilustrasi pedagang sembako (Bisnis/Dok.)
14 Februari 2019 02:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Beberapa hari terakhir harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, stabil, kecuali gula yang terus merangkak naik dari Rp10.000/perkilogram menjadi Rp15.000/kilogram.

"Harga gula hampir setiap hari naik. Kalau gula ya pedagang tidak tahu penyebab kenaikannya berbeda dengan komoditas lainnya. Tapi, pasokan gula tidak ada masalah, tetap normal," ucap salah seorang pedagang pracangan (kelontong) di Pasar Kota, Bojonegoro, Tulus, Rabu (13/2/2019).

Ucapan tulus tersebut diamini pedagang lainnya di pasar setempat Ny. Maksum dan pedagang di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Yayuk.

"Hampir setiap hari harga gula naik rata-rata Rp1.000 per kilogramnya," kata Ny. Maksum.

Namun, menurut mereka, harga sejumlah komoditas di pasar setempat cenderung stabil, termasuk pasokan ke pasar setempat juga tidak ada penurunan.

"Kalau harga beras panenan tanaman padi baru turun Rp200 per kilogram wajar. Sekarang harga beras kualitas premium Rp9.400/kilogram yang sebelumnya Rp9.600/kilogram," ucap seorang pedagang beras di Pasar Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Kharis.

Mengenai turunnya harga beras, di sejumlah lokasi seperti di Kecamatan Dander, juga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di Kecamatan Kanor dan Baureno, juga di Kecamatan Palang, Tuban, sekarang mulai panen tanaman padi.

"Melihat harga beras turun saya hanya membeli berkisar 3-4 ton per hari yang biasanya bisa mencapai 8 ton per hari," katanya.

Data di Pasar Kota dan Pasar Banjarjo, menyebutkan harga telur Rp22.000/kilogram, minyak curah Rp11.000/kilogram, bawang merah Rp15.000/kilogram, bawang putih Rp18.000/kilogram, jagung merah Rp5.300/kilogram, dan jagung putih Rp5.000/kilogram.

Sementara harga cabai rawit merah Rp12.000/kilogram, rawit putih Rp10.000/kilogram, tampar Rp10.000/kilogram, lompong merah Rp15.000/kilogram dan lompong hijau Rp10.000/kilogram.

"Cabai yang dipasarkan para pedagang semuanya pasokan dari luar daerah, seperti cabai rawit merah dari Blitar, cabai rawit putih dari Madura, juga cabai lainnya tidak ada produksi lokal," ucap Tulus

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara