Bupati Magetan Minta KA Eksekutif dan Bisnis Singgah di Stasiun Barat

Bupati Magetan Suprawoto (kanan) menyampaikan surat permohonan supaya KA eksekutif dan bisnis berhenti di Stasiun Barat, Magetan, Selasa (12/2 - 2019). (Istimewa/PT KAI Daops VII Madiun)
12 Februari 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Bupati Magetan Suprawoto meminta kereta api kelas eksekutif dan kereta api kelas bisnis untuk berhenti di Stasiun Barat Kabupaten Magetan. Selama ini kereta api yang berhenti di Stasiun Barat hanya kereta-kereta kelas ekonomi.

Manajer Humas Daops VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan Bupati Magetan Suprawoto mendatangi kantor PT KAI Daops VII Madiun, Selasa (12/2/2019) pagi. Kedatangannya di kantor Daop untuk menyampaikan surat permohonan supaya KA eksekutif dan bisnis bisa berhenti di Stasiun Barat.

Saat itu, kata Ixfan, bupati Magetan menyampaikan bila KA eksekutif dan KA bisnis berhenti di Stasiun Barat tentunya akan berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar. Pedagang-pedagang yang ada di sekitar stasiun bisa berkembang. Selain itu, kegiatan pariwisata di Magetan juga bisa berkembang.

"Tadi bupati Magetan ditemui Kepala Daops VII. Nanti surat permohonan yang diajukan bupati akan disampaikan ke kantor pusat KAI di Bandung," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Selasa.

Stasiun Barat, kata Ixfan merupakan stasiun kelas III sehingga sebagian besar kereta api yang berhenti di stasiun tersebut hanya KA ekonomi. Dia menyebut KA ekonomi yang berhenti di Stasiun Barat seperti KA Kahuripan, KA Brantas, KA Sritanjung, dan KA Gayabaru.

Selain KA ekonomi, sebenarnya KA kelas eksekutif sudah ada beberapa yang berhenti di Stasiun Barat seperti KA Singasari, KA Sancaka, dan KA Wijayakusuma. Rata-rata penumpang yang naik maupun turun di Stasiun Barat ada sekitar 100 orang.

Atas permohonan itu, pihak PT KAI akan melakukan evaluasi terkait jumlah penumpang yang turun maupun naik di Stasiun Barat. Ixfan menyebut Stasiun Barat memiliki potensi untuk naik kelas menjadi stasiun kelas II maupun kelas I.

"Tentu nanti akan ada evaluasi dulu bagaimana Stasiun Barat. Soalnya kereta api yang berhenti juga butuh biaya. Perlu ada pemetaan terkait penumpang juga. Tingkat okupansi penumpang," ujar dia.

Menurutnya bisa saja selama ini banyak penumpang dari warga Magetan yang turun di Stasiun Madiun, karena keterbatasan kereta api yang berhenti di Stasiun Barat. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya