Pemilih Disabilitas Kota Madiun Bebas Ajak Pendamping saat Mencoblos

Ilustrasi simulasi pemilu. (Bisnis/Rachman)
11 Februari 2019 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun mencatat ada 505 pemilih untuk Pemilu 2019 yang merupakan penyandang disabilitas. Para penyandang disabilitas akan terus diberi sosialisasi supaya menggunakan hak pilihnya pada April mendatang.

Jumlah pemilih disabilitas tersebut terdiri dari 148.746 orang yang sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) KPU Kota Madiun.

Komisioner KPU Divisi Partisipasi Masyarakat Rokhani Hidayat mengatakan penyandang disabilitas juga memiliki hak sama dalam Pemilu nanti. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk menekan angka golput di kalangan penyandang disabilitas.

Dia menuturkan jumlah penyandang disabilitas yang masuk dalam DPT ada 505 orang. Mereka terdiri atas penyandang disabilitas seperti tunadaksa, tunagrahita, autis, dan tunanetra.

KPU telah menyediakan template khusus bagi pemilih tunanetra. Selain itu, mereka juga diperbolehkan membawa pendamping yang bisa dipercaya. KPU Kota Madiun, menurut Rokhani Hidayat, tidak menyediakan pendamping khusus sebagai bentuk menjaga netralitas.

"Untuk pendamping sebaiknya merupakan keluarga dekat. Ini supaya bisa menjaga kepercayaan pemilih," ujar dia kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Rokhani menuturkan KPU Kota Madiun menargetkan jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya 77,5% pada Pemilu 2019. Menurut dia, partisipasi pemilih dari kalangan penyandang disabilitas cenderung mengalami kenaikan.

"Sosialisasi tentang Pemilu kepada pemilih disabilitas terus dilakukan. Kami juga melibatkan relawan demokrasi dalam melakukan sosialisasi ini," ujar Rokhani. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya