Polisi Tunggu Hasil Laboratorium Keracunan Massal di Ponpes Madiun

Puluhan santri Pondok Pesantren Babussalam, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun diduga keracunan makanan, Sabtu (9/2 - 2019). (Istimewa/Polsek Kebonsari)
11 Februari 2019 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Aparat Polsek Kebonsari masih menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan santri Pondok Pesantren Babussalam, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Polisi menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dimakan para santri.

Kapolsek Kebonsari, AKP Sumardji, mengatakan jumlah santri yang dilarikan ke Puskesmas maupun RSUD Dolopo ada sebanyak 36 orang. Para santri ini ada yang dirawat satu hari, dua hari, dan ada yang sudah tiga hari atau sampai Senin (11/2/2019).

"Sampai hari ini ada dua santri perempuan yang masih dirawat di rumah sakit. Tapi dua santri ini rencananya sudah diperbolehkan pulang hari ini. Kemarin Minggu ada enam santri. Setelah kondisinya membaik, mereka diperbolehkan pulang," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Senin.

Sumardji menyampaikan pemulangan para santri ini memang berbeda-beda. Karena melihat kondisi fisiknya. Namun, sebagian besar sudah dipulangkan.

Dia menuturkan pihaknya belum bisa memastikan kasus ini sebagai kasus keracunan makanan karena masih menunggu hasil uji laboratorium. Setelah itu baru bisa diketahui apakah makanan yang dikonsumsi para santri pada Jumat (8/2/2019) malam itu bermasalah atau tidak.

"Sampel makanan sudah diambil Sabtu lalu. Ini masih diuji di laboratorium Ponorogo. Kami menunggu itu," ujar dia.

Para santri ponpes tersebut mengeluh sakit perut dan pusing setelah memakan nasi soto dan buah melon. Kemudian mereka dilarikan ke rumah sakit.

Juru masak pondok pesantren dan petani melon telah diperiksa untuk melengkapi penyelidikan. Untuk seluruh makanan yang disajikan, kata dia, semuanya baru.

Bahkan ayam yang dimakan juga merupakan ternak peliharaan pondok pesantren. Selain itu, buah melon yang dimakan milik petani yang lahannya berada di kawasan pondok.

"Makanan yang dimakan itu semuanya baru. Ini juru masak pondok memang kerap dipanggil untuk memasakkan para santri," ujarnya.

Selain telah memeriksa juru masak pondok, kepolisian berencana memeriksa pihak pondok pesantren untuk proses penyelidikan. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya